Pemasangan Listrik Prabayar Lamban, PLN diminta Transparan

 290 total views,  2 views today

Ilustrasi Perawatan Gardu Listrik | Dok KS

Ilustrasi Perawatan Gardu Listrik | Dok KS

PALEMBANG – Lembaga Independen Perlindungan Konsumen (LIPK) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta PLN WS2JB untuk lebih bersikap transparan dalam memberikan informasi terkait penyebab pasti lambannya pemasangan listrik prabayar. Ini menyusul dari banyaknya keluhan calon pelanggan yang ngeluh lamanya proses pemasangan listrik baru.

“Sebenarnya persoalan ini dilematis. Disatu sisi ketika masyarakat mau memasang baru listrik tidak ada meteran atau kwh. Namun disisi lain banyak pemilik rumah toko (ruko) maupun perumahan yang telah mendaftar sudah terpasang listrik baru. Sebenarnya ini kembali ke PLN harus terbuka kepada masyarakat,” kata Ketua LIPK Sumsel, Tito Dalkuci, Senin (19/1).

Ujar dia, keterbatasan meteran pasang baru listrik bukan terjadi pada seluruh cabang PLN saja, melainkan hanya terjadi pada beberapa cabang PLN saja. Dalam hal ini, tentu PLN harus bersikap lebih profesional. Sebab, PLN sebagai perusahaan listrik harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat perihal kebutuhan dasar akan listrik.

“Jujur, sampai saat ini belum ada laporan masyarakat yang menyatakan bahwa terjadi jual beli meteran untuk pasang baru listrik. Kalau pun ada tentu kami sangat menyayangkan hal itu,” ujarnya.

Dia berharap PLN mau jujur dan transparan dalam memberikan pelayanan kepada khalayak ramai agar masyarakat benar-benar tahu kekurangan yang selama ini terjadi ditubuh PLN.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN WS2JB, Lilik Hendro Purnomo mengklaim memasuki tahun 2015 tidak ada lagi daftar tunggu pelanggan pasang listrik baru. Kalaupun ada itu merupakan pelanggan tahun 2014 yang belum terpasang.

“Memang keterlambatan pemasangan listrik baru disebabkan kekosongan material berupa meteran. Namun perlahan semua dirampungkan. Secara administrasi memang masih ada sejumlah pelanggan yang belum terealisasi untuk pemasangan listrik baru,” jelasnya.

Terpisah, Manajer Niaga PT PLN(Persero) WS2JB, Muktar mencatat kuantitas daftar tunggu penyambungan baru di Sumsel sampai Desember 2014 mencapai 25.041 pelanggan dengan total daya sekitar 47,5 MVA.

“Angka itu merupakan calon pelanggan yang telah mengajukan permohonan pasang listrik baru tahun 2014 yang tersebar di Sumsel. Kami proyeksikan pemasangan baru dapat selesai secepatnya,” ungkapnya.

Dia berharap kepada calon pelanggan baru untuk dapat memasang listrik baru itu sesuai dengan ketentuan atau melalui layanan call center 123 dan tidak memasang listrik pada oknum yang mengatasnamakan petugas PLN.

“Soal biaya listrik pasang baru dapat ditanyakan langsung melalui petugas layanan call center 123. Ya, sebelum pasang listrik baru akan dicek oleh petugas konsuil untuk mendapatkan sertifikat laik operasi (SLO), sesuai dengan UU No 30/2009 tentang hak dan kewajiban penyedia tenaga listrik,” ungkapnya.
TEKS       : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster