MUI Khawatir Imam dan Khotib yang Mulai ‘Kritis’

 230 total views,  2 views today

Lahat – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lahat mengkhawatirkan keberadaan Imam Sholat dan khotib Jumat yang saat ini mulai ‘kritis’. Tidak saja pada minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dari sisi syarat dan ketentuan imam dan khotib yang ada dinilai belum memenuhi ketentuan ajaran Islam.

H Zulkiah A Kohar Ketua MUI mengatakan, MUI sendiri terus melakukan pembinaan agar kekhawatiran tersebut bisa teratasi terlebih seorang imam dan khotib tidak bisa sembarangan karena hal tersebut menyangkut akidah dan kebenaran ajaran islam.

“Saat ini keberadaan imam dan khotib sudah sangat kritis. Bukan saja dari sisi kuantitas SDM juga keberadaan imam dan khotib yang ada belum layak atau sesuai dengan syariat Islam,” terangnya saat Sosialisasi PBM No 9 dan 8 tahun 2006 tentang kerukunan antar umat beragama yang di gelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lahat, di Gedung PKK Kabupaten Lahat, Senin (19/1) kemarin.

Dikatakan Zulkiah, selain minimnya perhatian dan tipisnya keimanan dalam mendalami ajaran islam juga dikarenakan adanya faktor modernisasi yang berdampak kepada sikap acuh dan cendrung menomorduakan ajaran agama.

Pihaknya sendiri, kata dia, terus melakukan pembinaan dan melakukan kederisasi ulama. Menurutnya, ulama merupakan panutan bagi masyarakat agar tidak terjerumus kepada perbuatan tercelah.

Di sisi lain peran ulama yang bisa tetap mempertahankan dan mengembangkan syariat Islam.

“Banyak kita dapati dimasjid masjid yang secara ketentuan belum layak menjadi imam dan khotib baik secara bacaan maupun tingkah laku meski disisi lain hal tersebut terjadi karena kurangnya kader ulama yang ada. Nah, kalau ini terus terjadi bisa berbahaya bagi kelangsungan umat beragama dan imbasnya akan dirasakan semuanya. Untuk itu, kita terus melakukan pembinaan,” jelasnya.

Di sisi lain dirinya berharap peran penguasa dalam ini pemerintah dan muspida agar tegas membasmi hal hal yang bisa merusak akidah seperti penutupan usaka lokalisasi Pekerja Sek Komersial, Narkoba dan budaya barat yang akan berdampak negatif bagi perkembangan agama islam.

“Kita ingin setiap imam maupun khotib bisa kritis dalam menyampaikan semua isi khotbahnya,” Tegas zulkiah.

 

TEKS        : JUMRA ZELFRI

EDITOR    : FJ ADJONG

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster