Lapak di Badan Jalan, Relokasi PKL Tebing Tinggi Asal Asalan

 296 total views,  2 views today

Ini penampakan lapak PKL menutupi badan jalan di Lorong Talang Padang Kelurahan Pasar Tebing Tinggi. | DOk KS

Ini penampakan lapak PKL menutupi badan jalan di Lorong Talang Padang Kelurahan Pasar Tebing Tinggi. | DOk KS

EMPAT LAWANG – Relokasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terkesan asal-asalan. Tak hanya kesemerautan lahan parkir, sejumlah lapak PKL pun tumpah di badan jalan.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, Senin (19/1), relokasi PKL di Lorong Talang Padang, Pasar Tebing Tinggi, semeraut. Badan jalan dengan lebar sekitar empat meter dan panjang 100 meter, nyaris tak bisa dilintasi kendaraan roda dua. Sejumlah PKL membuka lapak di kedua sisi dan tengah badan jalan, sehingga kendaraan roda empat tak bisa lagi melintas.

Ratusan PKL yang diusir paksa dari jalinsumteng tak bisa berbuat banyak, lapak dibadan jalan pun terkesan dilegalkan pemerintah setempat.

“Inikan jalan umum, kok ditutup lapak PKL. Padahal jalan ini bisa tembus ke stasiun KA dan ada TK, harusnya dinas terkait memahami itu,” cetus Amir (40), pengendara hendak melintas, kemarin.

Amir menuding pihak terkait yaitu Dinas Pasar dan Dishub tidak serius melaksanakan realokasi PKL. Sebab, ironis jika melegalkan PKL menggelar lapak dibadan jalan, apalagi sampai menutup fasilitas umum seperti jalan dan lainnya.

“Makanya siapkan dulu tempat baru realokasi, kalau begini kan merugikan pengguna jalan,” katanya.

Warga Lorong Talang Padang pun merasa dirugikan, akibat perencanaan pihak terkait yang terkesan dipaksakan, selain jalan utama kawasan tersebut menjadi tertutup.

Lingkungan kawasan itu pun menjadi berbau tak sedap, belum lagi banjir yang dihadapi apabila hujan lebat turun lantaran semua Saluaran Pembuangan Air Limbah (SPAL) penuh oleh sampah PKL.

“Lingkungan kami jadi kumuh,” kata Mulyadi.

Salah satu pedagang IN (40), tak menampik ada keraguan membuka lapak di tengah jalan. Namun mau bagaimana lagi aku IN, tidak ada realokasi dari pemerintah saat pembongkaran lapak di Jalinsumteng.

“Ya kami kan cari makan pak, nak pindah kemano lagi. Nak diusir terus, payah nian jadi wong susah ni keno salah terus,” katanya lirih dengan logat daerah.

Sementara itu Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Keindahan Kota (DPK3) Empat Lawang, Lukman Panggarbessi melalui Kabid Pasar, Kamirun mengaku sudah mendapatkan laporan terkait jalan tertutup oleh PKL.

Dari hasil peninjauan, pihak DPK-3 segera berkoordinasi dengan Tim Terpadu Relokasi Pasar.

“Sudah kami tinjau, PKL mohon besok mau tak mau harus ke ujung, jika tak mau kita ambil tindakan tegas,” ujar Kamirun.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Empat Lawang, H Choiri Badri sepertinya mengelak, kata Choiri, pihaknya tidak punya kewenangan untuk menertibkan para PKL yang berjualan menutup jalan di kawasan tersebut.

Meski mengakui status jalan tersebut adalah jalan Kabupaten dan pihaknya termasuk juga dalam Tim Terpadu Relokasi Pasar, dirinya enggan berkomentar banyak sebab menurutnya pihak Dishubkominfo cuma berwenang mengatur areal parkir.

“Kita ini hanya mengatur masalah parkir, masalah penertiban Pedagang bukan kewenangan Kami. Intinya Tim terpadu itu bekerja sesuai tupoksi saja,” elak Choiri.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR   : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster