Harnojoyo : Saya Minta Sekolah Harapan di Bongkar

 1,745 total views,  4 views today

Sekolah Internasional harapan. | Dok KS

Sekolah Internasional harapan. | Dok KS

PALEMBANG – Sekolah bertarap Internasional tidak menjamin sekolah itu lengkap dalam perizinan. Contohnya sekolah Harapan yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, hingga saat ini belum miliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal itu membuat Plt Wali Kota Palembang, Harnojoyo berang. Ia mendesak pemilik sekolah Harapan Internasional segera membongkar bangunan tersebut.

“Saya minta bangunan sekolah ini di bongkar,” ungkapnya, usai sidak ke Sekolah Harapan, Hotel D’Premium dan lembaga pendidikan Perguruan Tinggi Widya Dharma, Senin (19/1).

Ungkap Harnojoyo, selain tidak memiliki IMB, sekolah yang berdiri diatas lahan seluas 3 hektar tersebut kerap menimbulkan banjir, karena dibangun diatas anak sungai Labidaro.

“Sudah banyak laporan warga, akibat bangunan itu terjadi banjir,” katanya.

Harnojoyo menegaskan, apabila bangunan yang dilengkapi fasilitas seperti cafe, restoran, wahana permainan anak, gedung serbaguna hingga hotel tersebut tidak segera dibongkar. Pihaknya akan melakukan pembongkaran paksa.

“Saya tidak mau lagi dengar keluhan warga. Karena bangunan ini sebabkan banjir, ini sudah menyalahi aturan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, kepala Dinas Tata Kota (DTK) Palembang, Isnaini Madani mengatakan, bangunan yang berdiri sekitar tahun 2012 itu, hanya memiliki IMB untuk dua lantai.

“IMB nya ada. Tapi, hanya untuk bangunan dua lantai. Itu juga bangunannya kecil tidak bangunan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Isnaini mengaku, sebenarnya pihaknya sudah melakukan tindakan terkait berdirinya bangunan tersebut, dengan melayangkan Surat Peringatan (SP) 4. Namun, hingga saat ini tidak pernah di indahkan. Menurutnya, setiap perubahan bangunan, harusnya mengizinkan Izin Perubahan Bangunan (IPB) baru, termasuk IMB baru untuk pembanguan baru.

“Intinya bangunan sekarang tidak tidak ada izin,”akunya.

Ia menambahkan, sebenarnya pihaknya sudah melakukan pendekatan secara persuasif. Namun, pemilik sekolah Harapan tersebut, tidak pernah melaksanakannya.

“Sekarang kami beri waktu dua bulan untuk membongkar sekolah itu. Apabila tidak dilaksanakan, sangsi terberat adalah pembongkaran paksa,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik Sekolah Harapan, Sopian Sitepu, enggan berkomentar banyak saat dimintai konfirmasi hal tersebut. Ia malah menantang semua pejabat Pemkot Palembang yang hadir.

“Saya tidak mau di wawancarai. Pejabat itu maunya apa?,” cetusnya sambil berlalu.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster