GMNI Minta Walikota Lubuklinggau Tes Urine Para Aparatur

 169 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lubuklinggau mendesak dan meminta walikota dan pimpinan FKPD Lubuklinggau melakukan tes urine terhadap seluruh Pegawai Negeri Sipil dan para aparat di kepolisian, kejaksaann, pengadilan, dan Kodim 0406 Lubuklinggau.

“GMNI mendukung konsensus nasional tentang pemberantasan narkoba, mendesak walikota untuk berani melakukan tes urine seluruh aparatur serta mendesak seluruh kepala FKPD mengets urine para aparatnya,” kata Ketua GMNI Kota Lubuklinggau, Febri Habibi Asril kepada Kabar Sumatera, Senin (19/1).

Alasannya, Lubuklinggau yang dijagokan sebagai kota Madani bisa terwujud, bukan hanya sebatas jargon belaka. Sebab, kalau narkoba masih marak terutama para aparatur pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bebas narkoba, maka Linggau Madani hanyalah mimpi di siang bolong.

Alumnus STIE Mura Lubuklinggau itu juga menekan akan walikota tidak hanya melakukan tes urine pada saat pengangkatan pejabat, melainkan di lingkungan pemkot harus benar-benar bersih dari narkoba.

“Apabila PNS terbukti menggunakan narkoba walikota harus berani memberikan sanksi tegas bisa pemberhentian atau mencabut jabatan dan sanksi lainya,” desaknya

Di samping itu, untuk pemberantasan narkoba,para aparat penegak hukum juga harus bebas dari narkoba, guna pemberantasan, karena kalau aparat terindikasi narkoba beri sanksi yang tegas, dan jangan dikasih ampun, sebab Jokowi-JK berani menghukum mati para bandar narkoba.

Diterangkanya, GMNI mengendus adanya pejabat yang terindikasi menggunakan narkoba, seperti tahun lalu enam pejabat positif narkoba tidak dibuka ke publik.

“Apabila walikota tidak berani tes urine di seluruh SKPD-FKD, berarti walikota tidak mendukung program konsesus nasional pemberantasan narkoba tersebut,” kata Febri.

Terpisah, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe saat dimintai tanggapan menegaskan, akan menindak tegas para aparatur yang terbukti positif narkoba.

Bahkan, ia berjanji, apabila ada aparatur yang positif narkoba akan memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan pejabat tersebut. Namun,harus terbukti positif oleh lembaga berwenang.

“Sekarang para calon pejabat sedang tes urine, tes ini sebagai pertimbangan sebelum mereka dilantik, nanti kalau pada saat menjabat dia terbukti terlibat narkoba akan kita copot,” tegas Nanan.

Walikota menerangkan, kemarin dari 600 pejabat yang dilantik baru 200 yang dites urine, dan lima diantaranya terindikasi positif narkoba.

“Saya akan memanggil mereka, bagi yang terindikasi positif, diberi kesempatan satu bulan untuk tes urine lagi, apabila benar-benar positif maka jangan pernah berharap mendapat jabatan lagi, kalau dia sedang menjabat akan kita copot,tunggu saja tanggal mainnya,” kata Nanan.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster