Dampak Penurunan BBM, Tarif Angkutan Umum dikaji Kaji Ulang

 319 total views,  2 views today

INDRALAYA – Pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik jenis premium maupun solar membuat berbagai kalangan meminta agar Organisasi Angkuta Darat (Organda), Kabupaten Ogan Ilir (OI), harus mengkaji ulang tarif angkutan umum.

Bahkan masyarakat mendesak, agar Organda segera menurunkan harga tarif angkutan umum.

Sebelumnya, harga BBM jenis Premium Rp 7.600 per liter, turun menjadi Rp 6.600 per liter. Sedangkan BBM jenis Solar sebelumnya Rp 7.250 per liter menjadi Rp 6.400 per liter.

Rani (23), warga Indralaya Utara mengatakan, meski BBM sudah turun dua kali, namun pihak Organda belum terlihat menurunkan tarif angkutan umum.

“Iya Mas, padahal BBM sudah turun dua kali. Kok tarif angkot ga turun-turun,” sesalnya, Senin (19/1).

Menurutnya, dengan belum adanya penurunan tarif, masyarakat merasa dirugikan. “Rugi kita, BBM turun kok tarif masih bertahan. Kita minta tarif angkutan dikaji ualng,” paparnya.

Hal senada juga dikeluhkan Amin, mahasiswa di Palembang. Menurutnya, angkuta kota dari Palembang-Indralaya maupun angkutan kuning Timbanga 32-Meranjat belum menurunkan tarif meski BBM sudah dua kali turun.

“Belum turun Mas. Masih harga lama. Kita dari Tmbangan 32-Palembang Rp 10.000-. Dari Pasar Indralaya ke Timbangan Rp 4.000. Kita minta ongkos segera turun,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPRD OI yang juga Ketua Komisi III, H. Endang PU Ishak mengatakan, tarif angkutan umum harus dikaji ulang seiring dengan penurunan harga BBM. “Ya, harus dikaji ulang tarif angkutan umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya melihat alasan kenaikan angkutan umum lantaran disebabkan harga BBM mengalami kenaikan. “Nah, sekarang yang menjadi alasan (BBM-red), sudah turun, berarti ongkos harus segera diturunkan. Besaran penurunan tersebut mungkin disesuaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Mustarsyah melalui Kepala Bidang (Kabid), DLLAJ, Yusrzal mengatakan, hingga saat ini belum ada surat dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub), terkait turunnya tarif angkutan umum.

“Kita belum dapat surat dari Kemenhub yang ditembuskan ke Dishub Provisni masalah penurunan tarif. Besok (hari ini-red), kita kan ke Dishub Provinsi bahas tarif,” singkatnya.

Terpisah, Ketua Organda Ogan Ilir, HM Sopian Ali menambahkan, penurunan tarif angkutan umum harus disesuaikan dengan Petunjuk Pelaksana (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis).

“Ya, harus ada juklak dan juknis dari Kemenhub. Kita sampai saat ini belum dapat. Yang pasti turun, tapi belum tau berapa besaraan penurunannya,” pungkansya.

 

Teks        : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster