Ada Mafia Lapak di Pasar Induk Jakabaring

 363 total views,  2 views today

PALEMBANG – Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumsel Mukhlis menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti aksi dan tuntutan aliansi pedagang di Pasar Induk Jakabaring yang menuntut agar hapus mafia lapak, tolak swastanisasi, dan lainnya.

“Waktu kita mintai keterangan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna selaku pemilik perusahaan pasar, mereka menjelaskan antara pedagang dan perusahaan mengadakan perjanjian bahwa tiap pedagang diambil keuntungannya dari berat barang yang masuk ke lapaknya masing-masing,” ungkap Mukhlis usai Rapat menindaklanjuti tuntutan unjuk rasa dari persatuan pedagang Pasar Induk Jakabaring di Ruang Rapat Setda, Senin (19/1).

Karena Pemprov Sumsel mempunyai saham di sana, maka dari itu pihak Mukhlis bersiap memanggil pengelola pasar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Di sini perlu diterangkan kalau tidak ada penyewaan lapak yang jumlahnya 320. Ia juga mencontohkan, tiap pedagang itu tiap harinya minimal memasukkan barang seberat 1 ton dan dari perkilonya dikenakan biaya Rp 120 perak.

Ungkap Mukhlis, pihaknya akan melakukan survei secara langsung ke Pasar Induk. Kali ini dirinya akan kembali menemui manajemen pasar untuk berdialog secara detil mengenai persoalan yang sedang terjadi.

“Karena Pemprov memiliki saham sebesar 20 persen. Jadi, ini menjadi urusan kita juga untuk menjembatani agar selesai. Habis survei, nanti kita akan laporkan dengan Gubernur, apa pun yang mesti dibenahi,” janjinya.

Mukhlis berujar, Pemprov Sumsel sebagai salah satu pemegang saham di Pasar Induk Jakabaring juga mendapat deviden (bagi hasil) setiap tahunnya usai Rapat Umum Pemegang Saham.

Pada 2011, Pemprov Sumsel bahkan menerima deviden sebesar Rp 432.180.000, sedangkan tahun 2012 mendapat deviden sebesar Rp 617.400.000. Sementara di 2013 deviden menurun adi Rp 245.625.000.

“Dan 2014, Pemprov Sumsel belum terima deviden,” cetusnya.

Kepala Badan Kesbangpol Sumsel Yusnin menambahkan, pihaknya pun termasuk dalam tim survei yang akan turun ke Pasar Induk Jakabaring, Palembang.

“Nanti kita akan cek soal ketertiban, keamanan, serta melihat sistem penarikan biaya administrasi lapak. Dan, bertanya langsung terhadap pedagang terkait intimidasi perusahaan,” tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA/IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster