Warga Lubuklinggau berharap Jembatan Penyeberangan segera Dituntaskan

 474 total views,  2 views today

Jembatan penyeberangan di Pasar Inpres Lubuklinggau yang belum tahu kapan akan diselesaikan,karena menunggu dana CSR Provider. | Foto : Sri Prades

Jembatan penyeberangan di Pasar Inpres Lubuklinggau yang belum tahu kapan akan diselesaikan,karena menunggu dana CSR Provider. | Foto : Sri Prades

LUBUKLINGGAU – Masyarakat mengharapkan pemerintah kota Lubuklinggau membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan jalan Garuda, di depan Pasar Inpres dan Pasar Mamboo.

Tingginya arus lalu lontas di kawasan itu, menyulitkan pejalan kaki menyeberang dari dan menuju rumah sakit sobirin dan pasar.

Sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan kota lintas dari arah Bengkulu dan Jambi, Kota Lubuklinggau sudah selayaknya memiliki jembatan penyeberangan, mengingat arus lalulintas baik roda dua dan roda empat kian padat.

Sejak 2014 Pemerintah Kota Lubuklinggau telah berupaya membangun satu jembatan penyeberangan didepan rumah sakit Dr Sobirin Musi Rawas Lubuklinggau. Namun,sayangnya sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan selesai.

Masyarakat Kota Lubuklinggau pada dasarnya sangat menginginkan jembatan pertama tersebut bisa cepat selesai,karena dapat memudahkan para pejalan kaki melintas dari RS Sobirin ke Pasar Inpres, begitu juga sebaliknya.

Amrul Nufa (23), salah seorang warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, saat berhasil diwawancarai Kabar Sumatera di tempat asah batu akik, tepat di bawah tangga jembatan penyeberangan mengatakan, sudah sangat lama menginginkan adanya jembatan.

“Motor, mobil di Linggau semakin hari semakin banyak, kadang sangat susah menyeberang dari RS Sobirin ke pasar, karena ramai sekali lalulintas, kita sangat bersyukur melihat pemerintah bangun jembatan ini, tapi kok tidak selesai-selesai dari tahun 2014,” tutur Amrul yang saat itu sedang mencari ring cincin di Pasar Inpres.

Dikatakan, pembangunan jembatan penyeberangan tersebut seharusnya cepat diselesaikan oleh pemerintah, supaya pejalan tidak ditabrak kendaraan roda dua maupun roda empat, karena kalau menyeberang di jalan raya bisa saja ketabrak kendaraan yang kerap ngebut.

“Kalau jembatan ini selesaikan enak, kalau ada keluarga pasien rumah sakit ingin membeli keperluan dirumah sakit bisa mudah menyeberangnya, bukan malah jadi pasien rumah sakit karena ditabrak pas dia mau nyeberang tidak djembatan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, H Thamri mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan berasal dari APBD Kota Lubuklinggau, melainkan dana Coorporate Social Responbility (CSR) provider.

Jadi, kata dia, penyelesaian pembangunanya menunggu dana CSR para provider yang ada di Kota Lubuklinggau terkumpul pada 2015.

Ia berharap masyarakat bersabar menunggu penyelesaianya.Karena,pembangunan tersebut pasti diselesaikan jika dana CSR sudah ada.
TEKS       : SRI PRADES
EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster