“Walikota Jabatanku, Batu Akik Hobiku”

 192 total views,  2 views today

Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengasah batu akik pada kegiatan lomba mancing dan pameran batu cincin, | Foto : Sri Prades

Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengasah batu akik pada kegiatan lomba mancing dan pameran batu cincin, | Foto : Sri Prades

WALI KOTA Jabatanku, sedangkan batu akik hobiku, mungkin bisa dialamatkan pada Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe. Jarang ada pejabat seperti dia, mengasah sendiri batu akik. Tidak untuk dijual, melainkan buat tamu yang berkunjung ke Lubuklinggau.

Lubuklinggau – Minggu 8 Januari 2015 lalu, di tengah hiruk pikuk perlombaan memancing di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang juga diadakan pameran batu akik, tampak Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe memanfaatkan waktu luangnya mengasah batu akik sendiri.

Dengan mengenakan baju kaos kuning hitam dan topi hitam, kemudian duduk di kursi yang tepat dihadapanya mesin potong batu. Ia mulai mengambil sebongkah bahan batu akik. Dengan piawainya di depan lempengan baja tajam yang berputar kencang tersebut ia memotong bahan tersebut. Pemotongan bahan tersebut juga sekaligus membentuk besar atau kecilnya ukuran batu yang akan dibuat.

Yang kemudian, kata Nanan sapaan, H SN Prana Putra Sohe, batu tersebut akan diproses manual dengan mesin pengasah. Cara awal, membentuk bagian bawah batu cincin yang akan difinishingkan di akhir, setelah bagian bawah sudah berbentuk dan rata. Barulah dibentuk bagian samping dan atas.

Keindahan hasil asahan, lanjut, Nanan, tergantung kelincahan pada saat mengasah, bisa-bisa saja bahannya bagus, hasilnya tidak, jika pengasah kurang piawai.

 

“Ngasah batu ini perlu jiwa seni yang tinggi, kalau tidak ada jiwa seni bisa sih bisa ngasahnya tapi tidak tahu hasilnya nanti. Pada saat ngasah juga biasanya kita perhatikan mana motif yang bagus untuk dijadikan bagian atas,” tutur Nanan.

Orang nomor satu di Kota Lubuklinggau ini sudah hobi mengoleksi dan mengasah batu sejak Oktober lalu. Ia lincah mengasah batu berkat tekun memperhatikan tata cara tukang asah batu yang sering mengasah batunya.

“Saya tidak lama belajarnya, melihat-lihat orang ngasah akhirnya bisa juga,” ujarnya.

Akhir-akhir ini, Nanan memang sering melepas penat dari pekerjaanya dengan mengasah batu akik, baik di rumah dinasnya sendiri maupun di pameran batu seperti yang dilakukanya kemarin.

Bahkan sejak bisa mengasah batu, ia membeli bahan batu yang didominasi batu teratai dan alat asah beserta kelengkapan lainya.

Trend batu akik di Kota Lubuklinggau pada awalnya tidak terlalu membooming, namun semenjak Walikota ini hobi mengoleksi akik, pamor batu mulai meroket, bahkan masyarakat berlomba-lomba mencari batu yang bagus.

Di tempat terpisah, Kabar Sumatera berhasil berdiskusi mengenai trend batu akik dengan salah seorang pecinta batu akik, Ario Kesuma Wijaya.

“Saya biasanya mencari bahan di daerah Musirawas Utara, di sanalah gudang batu-batu akik, baik itu teratai, badar,maupun batu limau manis dan lain sebagainya. Trend ini naik karena Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe kita hobi batu juga, beda dengan kota-kota lain, belum tentu kepala daerah mereka suka batu akik,” ceritanya kepada wartawan.

Ario sendiri, selain mengoleksi batu cincin, ia juga menerima asahan batu di rumahnya di Kelurahan Perumnas Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Alumni STMIK Mura Lubuklinggau ini menuturkan, banyak mengoleksi batu akik, yang diasahnya sendiri dengan berbagai motif dan jenis batu, diantaranya teratai, sunkis, serat jarum emas, serat padi, pandan, kecubung, fosil dan lainya.

Dan, memang sejak trend ini dinaikan walikota, ia banyak menerima pesanan asahan batu. Ia pun tidak mematok harga tinggi, upah mengasah satu batu hanya Rp 25 ribu dengan hasil yang setara dengan asahan lainya.

 

TEKS          : SRI PRADES

EDITOR       : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster