Tren Rokok di Kalangan Remaja

 331 total views,  2 views today

Ilustrasi | Merdeka.com

Ilustrasi | Merdeka.com

Remaja merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada umumnya, masa remaja berkisar antara usia 12 hingga 21 tahun. Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan mencolok pada diri seseorang seperti perubahan fisiknya. Berdasarkan opini dari kebanyakan orang, remaja merupakan masa terbaik dalam kehidupan seseorang. Meskipun merupakan masa terbaik, justru di masa inilah para remaja seharusnya diawasi dengan baik oleh orang tuanya karena di usia remaja, rasa ingin tahu dan tingkat kelabilan emosional seseorang sangat tinggi. Remaja merupakan masa yang paling rawan akan pengaruh dari lingkungan. Salah satunya adalah tren merokok di kalangan remaja.

Sebenarnya, sepak terjang rokok di Indonesia sudah tidak mengenal usia lagi. Hal ini dapat dilihat dari kelompok usia anak-anak, remaja, dan dewasa yang seperti tidak asing lagi dengan rokok. Dapat dilihat bahwa masalah rokok ini sudah menjadi salah satu masalah besar di Indonesia.

Menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI, alas an pertama kali merokok yang paling dominan adalah ingin coba-coba, terpengaruh iklan di TV, ingin kelihatan gagah dan faktor lingkungan lainnya, seperti dipaksa oleh teman.

Remaja sudah seharusnya diberi perhatian dan ditanamkan nilai-nilai penting mengenai dampak negatif dari rokok. Remaja harus memiliki pandangan bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan, melainkan gerbang menuju berbagai sarang penyakit. Sebatang rokok mengandung ribuan senyawa kimia beracun yang tentu saja sangat berbahaya bagi tubuh. Rokok mengandung nikotin yang dapat menyebabkan kecanduan dan ketergantungan.

Kecanduan rokok di kalangan remaja merupakan salah satu masalah serius di banyak negara termasuk Indonesia. Berdasarkan data global, lebih dari 17% remaja berusia 13 sampai 15 tahun mengonsumsi beberapa bentuk tembakau. Dampak negatif rokok bagi remaja memang biasanya terjadi pada beberapa tahun setelah remaja itu mulai merokok aktif, seperti kanker paru-paru. Namun, perlu diketahui bahwa ada beberapa efek jangka pendek yang terjadi cukup cepat.

Walaupun memiliki dampak kecanduan dan ketergantungan, bukan hal yang tidak mungkin bagi seorang perokok untuk dapat berhenti merokok. Apalagi jika ia memiliki keinginan yang kuat untuk berhenti merokok. Peran orang tua juga sangat penting dalam hal ini, seperti menjadi teladan yang baik bagi anak. Karena setiap anak, baik disadari maupun tidak disadari memiliki naluri untuk meniru apa yang orang tuanya lakukan, baik itu cara berbicara, cara bersikap maupun perilaku. Jadi sebagai orang tua, hendaklah memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya dengan tidak memperkenalkan kebiasaan merokok.

Anak juga perlu diberitahu dampak negatif dan akibat yang terjadi bila merokok, seperti kesehatan akan menurun, bibir akan menghitam, gigi dan kuku berwarna kuning, kulit jadi keriput, bau mulut dan penyakit yang ditimbulkan seperti kanker paru-paru.

Tentu saja, diperlukan niat yang sungguh-sungguh dari diri remaja untuk dapat berhenti merokok. Karena apalah gunanya usaha-usaha yang ia lakukan, jika ia sendiri tidak memiliki niat untuk berhenti merokok. *

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster