Terkait Pemadaman Listrik, PLN Nilai Disdukcapil Berlebihan

 321 total views,  2 views today

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Keluhan Dinas Kepedudukan dan Pencatatan Sipil (Disducapil) Palembang, terkait seringnya pemadaman listrik PT PLN. Ditanggapi serius oleh pihak PT PLN Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi dan Bengkulu (WS2JB).

Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN WS2JB, Lilik Hendro Purnomo mengatakan, memang benar dilakukan pemadaman listrik di kawasan Jalan Demang Lebar Daun karena, sedang pemeliharaan.

“Tapi, kalau dikatakan, semua proses di dinas tersebut terhambat akibat pemadaman yang hanya sekitar 6 jam. itu terlalu dilebih-lebihkan, seluruh dalam kota ini sedang dilakukan penebasan ranting-ranting pohon yang dianggap menggu kabel listrik,” ungkapnya.

Sambung Lilik, dalam melakukan penebasan pohon tersebut. Aliran listrik harus diputus sementara. Karena, jika tidak dilakukan, dikhawatirkan petugas lapangan bisa tersengat aliran listrik.

“Apalagi saat ini sedang musim penghujan, jadi harus diantisipasi, sebab tegangan listriknya tinggi,” ujarnya.

Lilik mengaku, setelah semua proses pemeliharaan selesai. Distribusi listrik berjalan normal kembali. Artinya tidak ada lagi gangguan.

“Sekarang selesai, jadi tidak masalah lagi. Pasokan listrik di wilayah WS2JB aman. Khususnya untuk wilayah Palembang,”akunya.
Lilik menyebutkan, kebutuhan listrik di Palembang ini mencapai 250 Megawatt (MW). Sementara untuk wilayah Sumsel sebesar 400 MW.

“Palembang paling tinggi kebutuhan listriknya. Karena ibukota Sumsel dan penduduk terbanyak dari kabupaten dan kota di Sumsel,” sebutnya.

Lilik berharap, kedepan masalah pemadaman listrik tidak dibesar-besarkan. Karena, cadangan listrik untuk WS2JB mencapai 900 MW. Jadi tidak ada lagi namanya pemadaman lampu bergilir.

“Cadangan listrik kita 900 MW, belum lagi ditambah cadangan dari pemabangkit listrik borang yang mencapai 250 MW,”ulasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Disdukcapil Palembang, M Ali Subri mengatakan, pencetakan e-KTP terganggu akibat beberapa faktor, seperi faktor alam.

“Gangguan dari faktor alam itu seperti, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Karena sistem jaringan biasanya juga ikut terganggu. Apalagi, sistem yang ada di setiap daerah terkoneksi ke pusat,”katanya.

Sambung Ali, gangguan lainnya adalah padamnya aliran listrik dari PT PLN. Akibatnya, proses pencetakan harus terhenti sampai listrik hidup.

“Tapi, ketika lampu hidup, mesin pencetakan tidak bisa langsung dioperasikan. Karena butuh waktu penyesuaian,”ujarnya.

Gangguan-gangguan tersebut, sebut Ali, bukan hanya berdampak pada lambannya pencetakan. Tapi, berdampak juga terhadap entri data. Jadi, suplai listrik dari PLN sangat penting untuk percepatan pencetakan.

“Kami berharap suplai listrik dari PLN tetap normal, artinya tidak padam,” ujarnya, kemarin.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster