Sungai Air Sugihan Tercemar

55 total views, 3 views today

Ilustrasi Sungai Air Sugihan | Foto : Mongabay.co.id

Ilustrasi Sungai Air Sugihan | Foto : Mongabay.co.id

KAYUAGUNG – Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Sriwijaya (Unsri) dengan nama “Ekspedisi Penelitian Air Sugihan.”, disimpulkan air Sungai Ssugihan tercemar. Sejumlah parameter yang dilakukan eneliti, yakni biologi, kimia, fisika yang pemeriksaannya menggunakan dua laboratorium.

Berdasarkan penelitian tersebut pencemaran sub-sub sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) air Sugai Sugihan, salah satunya akibat pelayaran perahu tongkang guna menunjang aktivitas berbagai perusahaan, baik perkebunan sawit maupun hutan tanaman industri. Melalui tumpahan oli, minyak, karat dan lain-lain.

Penyebab lain yang turut memberi kontribusi bagi pencemaran di Sungai Air Sugihan adalah penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya dalam kegiatan perkebunan dan pertanian, serta limbah domestik berupa sampah rumah tangga dan limbah mandi dan mencuci yang dihasilkan masyarakat sekitar.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten OKI, Ambia AB mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PPLH Unsri terkait pencemaran sungai air sugihan tersebut.

“Kalau memang tercemar kita akan segera evaluasi dan kaji ulang Amdal perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut baik perkebunan sawit maupun HTI,”katanya, kemarin.

Dirinya berharap pihak perusahaan lebih memperhatikan lagi masalah lingkungannya jangan sampai merugikan masyarakat sekitar.

“Kita kan tahu bahwa sungai itu murupakan sumber penghidupan masyarakat sekitar kalau airnya tercemar jelas masyarakat dirugikan makanya akan kita cek lagi,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, tahun ini pihaknya telah memprogramkan untuk melakukan penelitian di sejumlah anak sungai yang ada di OKI.

“Karena sudah banyak laporan dari masyarakat terkait pencemaran sungai kalau memang pencemaran itu diakibatkan oleh perkebunan sawit kita akan cek dan kasih teguran kepada perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Darmawi, perwakilan managemen PT SAML salah satu perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di daerah kecamatan air sugihan mengatakan, hingga saat ini PT SAML baru sebatas melakukan penanaman dan belum ada aktivitas pabrik sehingga sangat kecil kemungkinan kalau pencemaran itu disebabkan oleh perusahaannya.

“Kita belum ada pabrik jadi sekarang hanya sebatas menanam jadi tidak mungkin bisa menyebabkan pencemaran,” katanya.

Selain PT SAML katanya masih ada beberapa perusahaan lain yang beroperasi di sana,lagi pula kata dia, sebelum mendirikan perkebunan ada izin lingkungan yang dikeluarkan oleh BLH itu sudah melalui pengkajian yang mendalam.

“Kita juga selalu laporan terkait masalah lingkungan di sekitar perusahaan, selain itu kita juga tidak menggunakan zat kimia,” terangnya.

Syarifudin Gusar, LSM Serikat Bumi Hijau berharap, pemerintah bertindak tegas terkait permasalahan ini apalagi ini tercemarnya sungai sugihan ini bukan sekedar asumsi masyarakat melainkan berdasarkan hasil penelitian.

“Untuk itu kita minta pemerintah bertindak tegas bila perlu cabut izin perusahaan yang menyebabkan pencemaran tersebut,”tandasnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : FJ ADJONG


TAG



Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com