Kurangi Kecurangan, Kelulusan UN Ditentukan Sekolah

 240 total views,  2 views today

Ilst. UN | Net

Ilustrasi UN | Ist

PALEMBANG – Kelulusan siswa dalam Ujian Nasional (UN) yang kembali ditentukan sekolah, menurut Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed, Pengamat Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, akan mengurangi kecurangan, baik yang dilakukan oknum guru maupun dari guru maupun dari siswa sendiri.

Pernyataan Abdullah Idi diatas, menyusul adanya wacana dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan tentang rencana untuk mengembalikan hasil Ujian Nasional (UN) ke sekolah terkait kelulusan siswa, yang diharapkan akan mengurangi tingkat kecurangan yang selama ini sering terjadi di Sekolah.

Terkiat hal itu, Abdullah Idi mengamini wacana Mendikbud Anies Baswedan. Menurutnya, bila UN dilaksanakan secara nasional, faktanya selama ini banyak menimbulkan kecurangan, baik dari pihak sekolah, atau dilakukan siswa, dengan alasan takut tidak lulus. “Saya rasa dengan sistem yang diwavanakan Mendikbud, akan mengurangi tingkat kecurangan bagi sekolah. Bahkan anak-anak tidak merasa terbebani, dan penilaian sekolah akan lebih dominan,” katanya.

Seperti yang terjadi sebelumnya, menurut Abdullah idi, terkadang ada siswa yang cerdas, akan tapi tidak lulus dalam UN. Begitupun sebaliknya. Sehingga dalam penilaian kelulusan siswa seringkali tidak relevan dengan potensi siswa. “Selama ini kan bisa saja anak cerdas tidak lulus, dengan adanya perubahan, maka anak lulus sesuai dengan kompetensinya sendiri,” ujarnya.

Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang ini juga optimis, dengan sistem tersebut, diharapkan dapat mengurangi sejumlah kelemahan dalam UN yang selama ini terjadi, terutama terkait kelulusan siswa. “Ini kan sudah ada pertimbangan dan evaluasi sebelumnya, kelemahan-kelemahan UN sebelumnya akan diperbaiki. Ya, dengan cara kelulusan sekolah dikembalikan ke sekolah masing-masing, sehingga kecurangan akan berkurang,” tegasnya katanya saat di hubungi Kabar Sumatera, Minggu, (18/1/13)

Lebih lanjut, mantan Direktur Pascasarjan STISIPOL Candradimuka Palembang ini juga menjelaskan, setelah penentuan kelulusan kembali ke sekolah, maka sekolah akan punya tanggung jawab penuh. Meskipun, menurut Abdulah Idi, sebenarnya UN itu bukanlah satu-satunya yang menentukan kelulusan, tapi yang menentukan adalah sekolah.

“Untuk sehari-hari sekolah sudah tahu kualitas masing-masing siswanya, antara siswa yang bagus dan yang tidak. Atau akan lebih bagus, kalau UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan, tapi ada peran sekolah disana,” ungkapnya.

Terpisah, Amidi, akademisi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menjelaskan, kewenangan kelulusan siswa yang dikembalikan ke sekolah tidak mengurangi tanggung jawab sekolah. Bahkan menurut Amidi, hal ini justru akan menjadikan sekolah lebih berat. Sebab penentuan anak untuk kedepan dipegang langsung pihak sekolah, sehingga harus lebih mendidik anak lebih baik.

 

 

 

TEKS        : ANDI HARYADI

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster