Harga BBM turun lagi, Jokowi Dinilai Salah Hitung

 201 total views,  2 views today

Ilustrasi SPBU | Dok KS

Ilustrasi SPBU | Dok KS

PALEMBANG – Nopran Marjani, Salah satu anggota DPRD Sumsel dari fraksi Partai Gerindra, mengkritik pedas kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang menurunkan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini. Menurut dia, harga tersebut tidaklah mengalami penurunan dari harga sebelumnya ketika Jokowi-JK menaikkan harga diawal kepemimpinannya padahal saat itu harga minyak dunia tengah turun.

“Harga sebelumnya kan Rp 6.500 per liter dinaikkan menjadi Rp 8.500 per liter untuk jenis premium dan untuk jenis solar semula Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter. Nah saat ini, Pemerintah sendiri menurunkan harga BBM jenis premium Rp 7.600 dan solar menjadi Rp 7.250 per liter pada pada 1 Januari lalu.

bahkan rencananya pemerintah akan kembali menurunkan harga kedua bahan bakar bersubsidi tersebut menjadi Rp 6.600 untuk jenis premium dan solar turun lagi menjadi 6.400 per liter.‬ Artinya, tidak ada penurunan dari harga sebelumnya. Malah naik 100 rupiah per liternya,” ujar Nopran yang juga Wakil Ketua DPRD Sumsel, Sabtu (17/01).

Nopran menilai, Pemerintahan Jokowi-JK telah salah terkait hitung-hitungan kebijakan menaikan harga BBM.‬ Terbukti disaat minyak dunia tengah turun pemerintah malah menaikkan harga.

“Nah, itulah yang selama ini kita kritisi dari pemerintahan Jokowi, kenapa menaikan harga BBM disaat minyak dunia turun? Kalau di Pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dulu menaikan harga BBM karena minyak dunia naik, karena kita banyak impor,” ungkap Nopran.

Menurutnya, dengan demikian maka kebijakan yang dilakukan pemerintah Jokowi adalah tidak benar. Ketidak benarannya itu menurut Nopran, terlihat dari harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan.‬

“Kita mengatakan itu bukan soal pencitraan, mungkin mereka (Pemerintah Jokowi,red) salah dalam melakukan hitung-hitungan atau salah prediksi. Tapi kita tidak tahulah itu,” terang politisi Gerindra Sumsel itu.

Nopran juga tak sepakat jika disebutkan harga BBM turun. Pasalnya dari harga semula premium yang hanya Rp 6.500 per liter setelah dinaikkan dan untuk kedua kalinya diturunkan masih diangka Rp 6.600 artinya kata Nopran harga BBM masih naik Rp 100 perliter dari harga semula begitupun dengan harga solar.‬

“Kalau dibilang turun dari harga semula sejak pemerintahan mereka itu salah, “ ujarnya mengakhiri perbincangan.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR      : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster