2015, Sumsel Pasang Target 3,9 Ton Gabah Kering

 185 total views,  2 views today

Ilustrasi Beberapa Petani Sedang Memanen Padi Didaerah Jalur 13. Ds Timbul Jaya. Muara Sugihan Banyuasin | Foto : Bagus Park

Ilustrasi Beberapa Petani Sedang Memanen Padi Didaerah Jalur 13. Ds Timbul Jaya. Muara Sugihan Banyuasin | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Tahun 2015, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel memasang target produksi 3,9 ton Gabah Kering Giling (KKG) yang merupakan kewajiban. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk meningkatkan produktivitas pangan tanaman terhadap empat daerah yang dinilai belum maksimal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Taufik Gunawan menegaskan, peningkatan produktivatas pertanian ini wajib dilakukan di seluruh daerah di Sumsel. Hanya saja, ada empat daerah yang masuk skala prioritas, yakni Kabupaten OKI, Banyasin, Ogan Ilir, serta Musi Banyuasin. Ia berkata, keempat daerah ini memiliki daerah pasang surut dan lebak yang cukup luas. Alhasil, tanaman padi hanya terjadi selama satu kali tanam pertahunnya.

Taufik menegaskan, untuk wilayah Banyuasin, dalam satu kali tanam mampu menghasilkan setidaknya 176 ribu hectare (ha). Sedangkan OKI sebesar 105 ribu ha, Banyuasin 43 ribu ha serta Ogan Ilir terdapat 42 ribu ha.

“Bayangkan kalau masing-masing daerah tersebut dapat melakukan dua kali tanam, tentunya target kita bisa tercapai segera,” ujarnya di Kantor Pemprov Sumsel, kemarin.

Ia menerangkan, di tahun 2014 lalu, upaya peningkatan produktivitas tanaman ini belum mencapai target. Hal itu lantaran, terjadinya masa pergeseran musim tanam yang seharusnya dilakukan pada September, terpaksa diundur hingga November karena musim penghujan.

“Seharusnya di September sudah dimulai. Mudah-mudahan pada 2015 ini, normal dan target yang kita patok bisa tercapai,” ucapnya.

Namun, selain empat daerah tadi, tambah Taufik, daerah lain di Sumsel juga diharapkan terjadi peningkatan sebesar 0,3 ton perhektare. Untuk menyokomg tersebut, pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada para petani.

Dirinya optimistis target itu dapat tercapai, terutama produksi padi, seiring adanya sejumlah program yang sedang dan akan berjalan untuk menunjang produksi padi.

Kata Taufik, program dana kontingensi itu digunakan untuk memberikan bantuan alat dan sarana produksi, meliputi traktor sebanyak 132 unit, pompa air sebanyak 131 unit, rice transplanter sebanyak 6 unit, benih padi sebanyak 127 ton serta pupuk urea sebanyak 1.018 ton.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri mengungkapkan, pemerintah juga akan melakukan refocussing atau memperbanyak kegiatan di lapangan guna mengejar peningkatan produksi. Salah kegiatan refocussing itu meliputi optimasi lahan dan perbaikan jaringan irigasi tersier di Sumsel melalui APBN 2015.

“Berdasarkan laporan yang kita terima, Sumsel mendapat alokasi seluas 26.400 ha untuk optimalisasi lahan dan perbaikan 161.600 ha untuk jaringan irigasi,” katanya, kemarin.

Menurutnya, juga sudah mengalokasikan anggaran untuk optimasi lahan dan irigasi dalam APBD 2015.

“Untuk irigasi saja, Sumsel mengalokasikan seluas 400 ha. Memang lebih kecil jika dibandingkan dengan APBN tetapi kita sama-sama mendukung peningkatan produksi pangan,” dijelaskannya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ
EDITOR        : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster