Sumsel akan Bangun Transmisi Listrik Senilai Rp 40 Triliun

 269 total views,  2 views today

Pembongkaran perangkat listrik oleh petugas di kawasan proyek pembangunan Underpass simpang Patal,Palembang, Kamis lalu.

Ilustrasi | Dok KS

Palembang – Sebagai daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), Sumatera Selatan (Sumsel) ditunjuk kembali oleh pusat sebagai salah satu lokasi penyedia listrik Nasional.

Contohnya, batubara yang ada di Sumsel bisa dimanfaatkan untuk penyuplai tenaga listrik.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Divisi Pengadaan IPP (Independen Power Producer) PT PLN, Hernadi Buhron, usai acara Presentasi Pendalaman Proyek PLTU Mulut Tambang 9 & 10 oleh Kementerian Keuangan, PT. PLN (Persero) dan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Persero, di Arista Hotel, Jumat (16/1).

Ia menjelaskan, Sumsel yang biasanya mensuplai batubara ke luar, lebih baik SDA tersebut dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dimulut tambang 9 dan 10 yang berlokasi di Sumsel.

“Saat ini dalam proses perencanaan pembangunan. Rencananya yaitu, tahun ini mulai ditenderkan. Target selesai pada 2020, dan bisa segera operasional tahun 2021,” jelasnya.

Ia menjelaskan, lokasi yang dipilih yakni Sumsel, pihak penawar bertanggung jawab untuk mengidentifikasi area yang tepat disekitar mulut tambang.

Nantinya, kata Hernadi, kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 1.800 megawatt (mw) dengan konfigurasi 1×600 mw dan 2×600 mw. Teknologi yang digunakan yakni proven technology dengan skema projek IPP berdasarkan ketentuan PPP/KPS.

“Lokasinya sudah dipilih, yaitu daerah Muara Enim akan dijadikan titik koneksi proyek. Pengadaan dan pembangunan jaringan ini terkoneksi transmisi (HVDC) oleh PLN yang sedang berlangsung proses dan selesai di 2020. Kemudian operasi komersial pada 2021. Total investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 40 triliun,” jelas dia.

Pihaknya akan membangun pusat kendali, lalu infrastruktur jalan, pembangkit listrik, dan jalur transmisi. Dengan adanya pembangunan itu, maka akan tercipta lapangan kerja baru sekitar 2.500 lapangan kerja untuk masa kontruksi dan 250 peluang kerja dalam masa operasi.

“Kami akan mengambil dari sumber daya manusia setempat sebagai pekerjanya,” cetusnya.

Untuk prosesnya, lanjutnya, per saat ini sudah dilakukan investasi forum pada 11 Oktober 2012 lalu dengan tercatat ada lima calon konsorsium sampai dengan 1.800 mw dan tiga calon sampai dengan 600 mw.

“Nah, pada 18 Mei nanti akan ada pemasukan penawaran lalu untuk pengumumannya atau pemenang tender pada September 2015 mendatang,” imbuhnya.

Sementara, Pengelola Risiko Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Freddy R Saragih mengatakan, proyek ini adalah milik pemerintah. Walaupun swasta yang membayar, namun pemerintah melalui Kemenkeu memberikan jaminan atas proyek tersebut.

“Hasil proyek ini akan disalurkan ke PLN dan disebarkan baik ke Sumatera dan Jawa. Kita memberikan kesempatan swasta untuk berinvestasi dengan total Rp 40 triliun, dan menyalurkan listrik di Pulau Jawa dan Sumatera,” jelasnya.

Proyek tersebut akan memberi kontribusi yang besar. Diakui Freedy, Sumsel sangat pantas mendapatkan apresiasi dari Kementrian Keuangan karena memiliki potensi energi listrik yang besar. Bukan hanya mendistribusikan dan menyuplai energi listrik, melainkan untuk menstabilkan suplai listrik.

“Kami dan PLN sudah mendatangi lokasi. Untuk bangun pusat listrik PLTU ini memang akan ada beberapa resiko yang akan dihadapi yakni resiko pengadaan lahan pembangkit, terkait HVDC, kahar politik, dan gagal bayar (diluar kahar politik),” beber dia.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena Sumsel menjadi salah satu lokasi pembangunan PLTU mulut tambang dengan nama proyek PLTU Sumsel 9 dan 10. Rencananya kapasitas daya terpasang pembangkit Sumsel 9 dan 10 sebesar 3×600 mw.

“Jadi nanti daya ini akan dikirim ke Pulau Jawa, sehingga realisasi transmisi kabel laut Sumatera Jawa sangat penting. Jadi nanti akan dihubungkan dengan menggunakan tegangan arus searah dan mampu menyalurkan 3.000 mw dari PLTU IPP Sumsel 8, 9, dan 10 ke sistem Sumatera dan Jawa,” ungkap dia.

Nantinya suplaian listrik dari mulut tambang 9 dan 10 yang direncanakan itu akan melewati empat provinsi yakni Sumsel, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Hal itu membutuhkan lahan seluas 300 hektar sedangkan untuk kabel laut HVDC akan membentang sekitar 40 km.

“Saat ini listrik di Sumsel dalam kondisi baik dengan daya terpasang 1.478 mw dan daya mampu 1.260 serta beban puncak 643 mw. Karenanya bisa surplus hingga ke Jambi dan Lampung. Kami berharap nanti Sumsel 9 dan 10 dengan memberi manfaat langsung dan tidak langsung kepada masyarakat Sumsel,” terang Ruslan.

 

Teks       : Imam Mahfuz





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster