Lubuklinggau Belum Miliki BPBD

 295 total views,  2 views today

kegiatan yang telah dilaksanakan BPBD adalah simulasi Penanggulangan Bencana Daerah, Senin  (3/3)  di Desa Sugih Waras.

Ilustrasi kegiatan yang telah dilaksanakan BPBD adalah simulasi Penanggulangan Bencana Daerah, Senin (3/3) | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah hampir terbentuk di seluruh kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan,kecuali di Kota Lubuklinggau. Padahal kota berslogan Sebiduk Semare ini, kerap dilanda bencana.

Entah apa yang menjadi penyebab belum terbentuknya badan tersebut. Padahal dengan adanya BPBD program-program nasional bisa dibawa ke daerah-daerah yang memiliki badan tersebut.

Namun,selama 13 tahun lahirnya Kota Lubuklinggau,tak satu pun program BNPB RI dikucurkan di kota pemekaran kabupaten Musi Rawas ini.

Kepala Dinas Sosial Lubuklinggau, H Abdullah Matcik melalui Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lubuklinggau,Indra syafei kepada Kabar Sumatera menerangkan, pihaknya telah mengajukan rencana pembentukan BPBD kepada Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

“Sudah disampaikan ke Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe Wakil Walikota,H Sulaiman Kohar tinggal tindak lanjut. Contoh draft Perda sudah disampaikan ke walikota juga,kita tunggu dulu tindaklanjutnya,” kata Afek, sapaan Indra Syafei.

Diakui Afek, saat ini di Provinsi Sumatera Selatan hanya Kota Lubuklinggau yang belum memiliki BPBD. Namun,ia optimis badan tersebut bisa terbentuk secepatnya, mengingat Walikota sangat konsen dengan masalah sosial dan bencana.

Kenapa BPBD penting, jelas Afek, karena walaupun daerah Lubuklinggau bukan kategori daerah rawan bencana, bukan tidak mungkin tidak terjadi bencana, karena pergerakan urat bumi pasti bergerak, seperti bukit sulap dan sungai kelingi.

“Kita tetap harus waspada dan antisipasi, walaupun daerah kita tidak rawan bencana, kita tahu selama ini sering terjadi banjir,tanah longsor, puting beliun walaupun tidak terlalu parah, kita wajib waspada,” tambah Afek.

Karena itu,lajut Afek, pembentukan BPDB harus segera dilakukan di Kota Lubuklinggau, sehingga apabila terjadi bencana sudah ada badan khusus penanggulanganya,dan bantuan-bantuan logistik serta alat kelengkapan penanggulangan bisa terpenuhi dari pemerintah pusat.

Dengan adanya BPBD Lubuklinggau kedepanya, pengadaan mobil pemadam kebakaran,kendaraan resceu, logistik dan bantuan penanggulangan lainya tidak memberatkan APBD Kota Lubuklinggau,melainkan akan mendapat bantuan dari BNPB RI.

“Bencana-bencana alam tidak ada orang yang bisa mengetahui,dan tidak ada yang bisa menghindarinya, karena itu kita harus waspada. Melalui BPBD ini kita akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat, nah jadi menghemat APBD Lubuklinggau seperti bantuan kendaraan resceu, Damkar dan bantuan lainya,” jelas Afek.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster