Harga BBM Eceran Masih Tinggi

 720 total views,  2 views today

Satu-satunya SPBU di Tebing Tinggi tampak sepi. | Dok KS

Satu-satunya SPBU di Tebing Tinggi tampak sepi. | Dok KS

Empat Lawang – MENETAP Empat Lawang, sama halnya dengan tinggal di Papua. Paling tidak kesamaan itu berlaku untuk harga eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar di Kabupaten Empat Lawang dipatok sepihak oleh pengecer.

Memang, di Papua, untuk harga premium per liternya bisa mencapai Rp 30 ribu. Setinggi apa pun harga premium, tetap saja dibeli konsumen, karena kondisi perbedaan harga yang mencolok inu sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Jadi, masyarakat di Papua sudah terbiasa dengan harga mahal.

Bagaimana dengan Empat Lawang? Ya, meskipun sudah ada penurunan harga dari Rp8.500 kini menjadi Rp7.600 per liter, harga jual di sejumlah pengecer masih tetap Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per liter.

Sejumlah pengecer di lokasi berjarak tempuh sekitar 5 hingga 10 kilometer dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), masih mematok harga bensin Rp10 ribu per liter. Sementara pada sejumlah kecamatan dengan jarak tempuh di atas 30 kilometer, masih mematok harga eceran Rp12 ribu per liternya.

Padahal, harga tersebut sudah naik menyusul dikuranginya subsidi BBM oleh pemerintah Desember 2014 lalu. Namun setelah BBM turun Rp900 per liter harga eceran tak mau turun, dengan alibi para pengecer masih menjual bensin modal lama.

Di sisi lain, Pemkab Empat Lawang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), terkesan lamban dalam menetapkan harga eceran tertinggi (HET). Termasuk ketentuan dan batasan stock BBM bagi pengecer.

“BBM kan sudah turun. Informasinya malah mau turun lagi, kok di eceran masih mahal. Harusnya pemerintah cepat menerbitkan ketetapan harga eceran,” cetus Iskandar (42), warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, kemarin (16/1).

Keluhan juga disampaikan Ketua LSM Citra Empat Lawang Bersatu, Abdul Kadir. Ia menyebut ada sejumlah pengecer masih mematok harga bensin Rp12 ribu per liter.

Atas nama masyarakat Kadir mendesak pemkab Empat Lawang segera menerbitkan HET, termasuk melakukan peninjauan ke sejumlah pengecer BBM di Empat Lawang yang membandel.

“Yang dirugikan masyarakat, harusnya cepat ada ketetapan HET biar tidak ada kesan tertipu,” jelas Kadir menambahkan, tak hanya harga eceran BBM, termasuk juga harga sembako dan tarif angkutan umum harus disesuaikan lagi.

Lain halnya disampaikan Neli (38) salah satu pengecer BBM di Tebing Tinggi menolak disebut mau untung besar.

Kenapa masih harga Rp10 ribu per liter sebutnya, karena stok bensin dijual masih dibeli dengan modal Rp8.500 per liternya. Nah, kalau harus ikut turun tentu akan rugi, apalagi penjualan bensin eceran tidak begitu ramai.

“Kami nih modal lamo, belinyo perliter masih hargo Rp8.500 di kios. Tidak mungkin kami mau rugi, kalau dak mau beli yo sudah,” cetusnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Empat Lawang, Arifa’i mengakui, ada kekecewaan warga jika penurunan harga BBM tidak direspon cepat oleh pemerintah. Ada pengaruh ke kebutuhan ekonomi seperti sembako, tarif angkutan umum dan termasuk harga eceran BBM.

“Informasinya harga BBM akan turun lagi, makanya SKPD terkait harus cepat tanggap, segera ajukan perbup mengenai HET. Jika perlu pantau kondisi harga sembako di pasar dan eceran dilapangan,” tegasnya.

Secara terpisah Kepala Disperindag Empat Lawang Okki Bial Paterson saat dihubungi mengaku, saat ini pihaknya masih menyiapkan peraturan bupati (Perbup) terkait HET.

Bukannya lamban, tetapi masih menyesuaikan informasinya akan ada penurunan lagi harga BBM. Sebab untuk HET itu ada acuannya, termasuk jarak tempuh dari SPBU ke lokasi pengecer.

Okki mengimbau, agar para pengecer BBM di Empat Lawang tidak sembarangan menetapkan harga.

“Harga yang sesuai, kalau sudah turun ya harusnya diturunkan. Nanti akan diterbitkan HET terbaru, kami juga akan tinjau kondisi harga sembako di pasaran,” tukasnya.

 

EDITOR     : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster