Bonsai Batu Akik yang Menawan

 1,257 total views,  2 views today

Bonsai Batu Akik, Karya Ahmad Saifudin. | Dok KS

Bonsai Batu Akik, Karya Ahmad Saifudin. | Dok KS

PALEMBANG – Meski kebanyakkan masyarakat yang menggunakan batu akik sebagai hiasan cicin, kalung, maupun ikat pinggang, namun hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh Ahmad syaifudin, warga Griya Citra Sukomoro Blok B No 14 RT 43 RW 08, Kelurahan Sukomoro, Kabupaten Banyuasin.

Bagi Ahmad, selain mengkoleksi batu-batu akik, dirinya saat ini juga sedang melakukan esperimen untuk membuat batu akik menjadi hiasan seperti Bonsai. Tercetusnya ide untuk menjadikan batu akik berbentuk Bonsai karena melihat banyaknya Batu Akik yang di koleksinya saat ini.

“Kalau kita bentuk menjadi Bonsai mungkin keren, apalagi saat ini belum ada satu orang pun di Indonesia maupun luar Indonesia yang menjadikan Batu Akik berbentuk Bonsai,” katanya, Jumat (16/1).

Ada bermacam variasi Batu Akik yang dibentuk menyerupai Bonsai seperti air terjun, lambang beringgin, hutan, dan lain-lain. Selain itu dirinya sudah mendesain untuk membuat bonsai berbentuk Ampera, hal ini untuk lebih memperkenalkan salah satu icon Kota Palembang.

HL--Dengan  keuletan dan tingkat kreatifitas yang tinggi, Ahmad Syaifudin menciptakan hal lain dari keunikan khas batu akik. | Foto ; Bagus Kurniawan

Dengan keuletan dan tingkat kreatifitas yang tinggi, Ahmad Syaifudin menciptakan hal lain dari keunikan khas batu akik. | Foto ; Bagus Kurniawan

“Saat ini kita lagi mencari bahan bakunya, sebab untuk membuat Bonsai Ampera ini akan memerlukan Batu Akik yang cukup banyak,” ujarnya.

Tambahnya, untuk perawatan Bonsai Akik ini tidak terlalu sulit, hal ini sangat berbeda dengan tanaman Bonsai aslinya. Kalau untuk perwatan, dirinya hanya memberi minyak zaitun, hal ini agar mempercantik Batu Akik.

“Bahan untuk membuat Bonsai Akik ini tidak terlalu sulit, hanya memerlukan kawat baja, pot serta lem,” jelasnya.

Untuk mempromosikan Bonsai Akik ini, rencananya dirinya akan mengikuti sertakan dalam pameran-pameran. “Untuk memperkenalkan Bonsai Akik ini dirinya akan ikutkan di pamer-pameran,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, untuk jumlah Batu Akik yang di koleksi sudah mencapai ratusan mulai dari lokal maupun mancanegara. Untuk jenis-jenis Batu yang di koleksi mulai dari Geo dari Aceh, Sunggadrare dari Padang, Bacan Palembang, Halmahera  dari Maluku, dan Geok dari Bengkulu.

Sedangkan untuk dari luar negeri ada Batu Akik permata dari negeri Turki, Batu Blue Safire dari eropa, dan ster dari Amerika.

“Untuk Batu Akik asal Sumsel, seperti Batu Raja ada, Batu Akik Spritus, Akik darah, lapender, sankis, kolangkaleng, biru langit, dam Batu Akik combong,” katanya.

Harga Batu Akik yang di koleksinya bervariasi mulai dari  kisaran Rp200 ribuan hingga jutaan. “Harga batu Akik bacam palema harganya bisa mencapai jutaan,” ungkapnya.

Dia berharap kedepan Batu Akik khususnya di Sumsel dapat di minati oleh para pencita Batu Akik baik dari negeri sendiri maupun luar. Apalagi saat ini Batu Akik sedang naik daunnya, harapannya ini menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan bagi para penjual,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, untuk memakai Batu Akik sejak dia masih duduk dibangku SMA, dan mengkoleksi Batu Akik sudah hampir 20 tahun. Namun untuk menekuni Bonsai Akik ini sudah dijalani selama 2 bulan.

TEKS     : AMINUDDIN

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster