Ancam Pegawai SPBU, Tukang Ojek Timbun 330 Liter Solar

 354 total views,  2 views today

Salah seorang petugas SPBU saat melayani pengendara untuk membeli Solar bersubsidi | Dok KS

Salah seorang petugas SPBU saat melayani pengendara untuk membeli Solar bersubsidi | Dok KS

PALEMBANG – Munadi (25), warga Kecamatam Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini, ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), saat berada di Jalan Lintas Timur Desa Anyar Kayuagung OKU, Kamis (15/1) malam.

Ia diamankan lantaran diduga menimbun solar dalam jumlah banyak untuk dijual ke sejumlah perusahaan.

Saat ditangkap, Munadi yang tengah berada di kawasan seperti bengkel masih sibuk mengisi jeriken dengan solar yang disedot dari tangki mobil pickupnya.

Jerigen yang sudah berisikan solar disimpan di galangan mobil sebelum didistribusikan ke sejumlah perusahaan. Total solar yang diamankan 330 liter dari 11 jeriken.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan modus yang digunakan Munadi untuk menimbun solar adalah dengan mengancam pegawai SPBU Muara Baru OKI untuk mengizinkannya mengisi solar berulang-ulang dalam satu hari.

Sembari mengancam, sambungnya, pelaku memberikan uang senilai Rp 2 juta untuk pengisian solar dalam satu hari. “Menurut pegawai SPBU yang kita periksa, ia mengisi solar di tangki mobil Pick Up secara penuh. Pegawai SPBU sempat menolak karena Munadi membeli solar lebih dari satu kali dalam satu hari. Namun, karena diancam oleh Munadi, pegawai terpaksa mau menuruti kehendak Munadi,” kata Djarod.

Dalam satu hari, lanjut Djarod, Munadi bisa tujuh kali bolak-balik mengisi tangki mobil pikupnya dengan solar. Setiap kali usai mengisi, ia akan mendatangi lokasi penangkapan untuk menyedot solar dan dipindahkan ke jeriken. Begitu solar di dalam tangki habis, ia kembali ke SPBU untuk mengisi solar.

Dari keterangan Munadi yang sudah diambil penyidik, lanjut Djarod, solar dijual ke sejumlah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan. Per liter, Munadi menjual solar senilai Rp 7900 dan menerima untung Rp 500 per liter.

Disinggung adakah keterlibatan pemilik SPBU, Djarod belum menemukan indikasi ke arah sana. Padalnya, menurut keterangan dua pegawai SPBU yang sudah diperiksa penyidik, pemilik SPBU berada di Bali dan jarang mengawasi langsung keadaan di SPBU miliknya.

“Kita sudah menyita mobil yang dikendarai dan saat ini kita titipkan di Mapolres OKI. Mobil itu pemilik kakaknya yang sekarang masih kita cari. Untuk Munadi, dijerat pasal 55 KUHP,” kata Djarod.

Sementara itu, Munadi yang dijumpai di luar ruang pemeriksaan, mengakui perbuatannya. Dikatakanya, ia nekat menjual solar secara ilegal karena pekerjaan sehari-hari sebagai pengojek belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab itu, ia nekat menjual solar secara ilegal, meski keuntungan yang didapat tidak terlalu besar.

“Sudah dua bulan ini kerja seperti ini. Biasanya, saya meminjam mobil kakak untuk mengangkut material bangunan. Namun, karena kepepet, saya gunakan untuk jual solar ilegal,” katanya.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster