2015, Sumsel Targetkan Nilai Ekspor Meningkat 5 Persen

 323 total views,  2 views today

Aktivitas bongkar Muat Peti Kemas. | Foto ; Bagus Kurniawan KS

Aktivitas bongkar Muat Peti Kemas. di Pelabuhan Boom Baru Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

Palembang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sumatera Selatan (Sumsel), menargetkan nilai ekspor tahun 2015 meningkat sekitar 5 persen.

Kepala Disperindag Sumsel, Permana mengatakan, salah satu strategi yang akan diterapkan pemerintah adalah memperluas pasar non tradisional, terutama untuk komoditas andalan dari daerah asal.

“Seperti komoditas karet, Sumsel sudah punya banyak pesaing produsen baru dari luar negeri makanya perlu memperluas pasar ke negara lain,” kata Permana, Jumat (16/1).

Dia mengemukakan, saat ini produsen baru, seperti Vietnam, Kamboja dan Myanmar telah merambah pasar tradisional ekspor karet Sumsel.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, lanjutnya, karet memang menempati peringkat pertama ekspor non-migas dengan nilai ekspor mencapai US$ 1,72 miliar per November 2014 lalu.

“Nilai tersebut menurun drastis sebanyak 24,89% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai US$ 2,4 miliar. Adapun nilai ekspor Sumsel secara keseluruhan mencapai US$ 2,85 miliar, di mana merosot sebesar 19,72% dari sebelumnya US$ 3,55 miliar (yoy),” ujarnya.

Permana menambahkan, saat ini provinsi itu sudah mengekspor 133 komoditas dengan produk andalan, seperti karet, batubara, minyak sawit mentah dan kayu/produk kayu.

Meski mengakui tren ekspor yang menurun sejak empat tahun terakhir namun menurut Permana neraca perdagangan Sumsel masih tergolong surplus.

“Neraca perdagangan Sumsel masih surplus karena impor terkendali atau lebih kecil dari ekspor, sehingga penurunan ekspor tidak membuat Sumsel defisit,” terangnya.

Dia melanjutkan, upaya lain yang dilakukan Disperindag untuk mendongkrak ekspor Sumsel adalah membenahi kualitas dari komoditas andalan.

Dia mencontohkan, kualitas Bahan Olah Karet (bokar) bersih yang masih rendah, sehingga produk tersebut bisa kesulitan bersaing dengan produk dari negara lain.

“Gubernur sendiri telah menerbitkan SK untuk penerapan bokar bersih supaya bisa bersaing di pasar ekspor, sekarang perlu ditinjau lagi realisasinya di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Sumsel Bachdi Ruswana mengatakan, penurunan ekspor Sumsel pada periode November 2014 terjadi karena turunnya ekspor dari beberapa negara tujuan utama.

“Penurunan ekspor itu hampir di semua negara tujuan utama, seperti Malaysia, Tiongkok dan India,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peranan ketiga negara tersebut mencapai 53,29% dari total ekspor sepanjang Januari-November 2014.

Bachdi menambahkan ekspor ke Uni Eropa dan Asean juga mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Teks : Imam Mahfuz
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster