Sakit tapi ‘Buntu’ ? Telpon 555

 1,002 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

– PPS Siap Backup ‘Kesehatan Jemput Bola’ Walikota

LUBUKLINGGAU – Program Kesehatan Jemput Bola yang digaungkan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, sejak tahun lalu disambut positif kalangan aktivis pemuda. Buktinya, sejak diluncurkan empat Mobil Clinik Center (MCC), sudah terbentuk kalangan pemuda membentuk komunitas peduli sehat.

Untuk mendorong serta membackup program pola kesehatan jemput bola dengan pengoperasian empat MCC oleh Dinkes Lubuklinggau, pemuda membentuk sebuah komunitas Pemuda Peduli Sehat Kota Lubuklinggau, yang sebelumnya bernama 1.000 Relawan LKS Peduli Sehat.

Program Dinas Kesehatan Lubuklinggau ini mengaktifkan empat Mobil Clinik Center dengan nomor call center 081803335555 dan 555. Siapa pun yang sakit, bisa menelpon dan mobil langsung datang memberikan pengobatan.

Pengurus PPS Lubuklinggau tersebar di 72 Kelurahan di delapan kecamatan Kota Lubuklinggau. Setiap kecamatan, terdapat pengurus kecamatan dan ditambah 1.000 relawan yang berasal dari seluruh sekolah di Kota Lubuklinggau.

Ketua Harian Forum PPS Lubuklinggau, Junairi kepada Kabar Sumatera menyampaikan, keberadaan relawan saat ini telah memberikan efek positif baik bagi masyarakat tidak mampu maupun Dinas Kesehatan Lubuklinggau dalam hal pengoptimalan pelayanan kesehatan jemput bola. Keberadaannya bisa membantu masyarakat tak mampu menelpon nomor call center MCC Lubuklinggau.

“Kita tahun lalu sudah melakukan pendataan door to door masyarakat yang sakit, kemudian kita telpon mobil klinik center untuk memberikan pelayanan, Alhamdulillah banyak yang kita hubungkan dengan pelayan kesehatan MCC, ada juga yang dirujuk ke rumah sakit dengan biaya pemerintah. Harus kita sadari tidak semua orang punya hp dan pulsa untuk nelpon MCC, nah tugas kita yang sehat yang punya hp dan pulsa membantu mereka,” kata Jun.

Alasan kenapa pendiri,membentuk komunitas peduli sehat ini,lanjut Jun, karena melihat tidak semua masyarakat memiliki handphone (hp) dan tidak semua bisa beli pulsa untuk menelpon MCC. Jangankan membeli handphone dan pulsa,untuk beli obat saja masyarakat kalangan ekonomi rendah tak punya uang.

Diterangkanya,selain sebagai penyambung masyarakat miskin dengan pelayanan kesehatan MCC Dinkes Lubuklinggau,anggota PPS wajib menelpon call center MCC kalau ada masyarakat sekitar tempat tinggalnya sakit tapi buntu. PPS kemudian melakukan kegiatan bakti lingkungan (kebersihan), serta sosialisasi/seminar kesehatan.
TEKS : SRI PRADES
EDITOR : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster