Ribuan Kosmetik Beracun Disita

 184 total views,  2 views today

PALEMBANG – Setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan selama sepekan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil menyita ribuan kosmetik ilegal yang diduga mengandung bahan kimia beracun, Rabu (14/1), malam.

Dari penggrebekan tersebut, petugas menyita barang bukti sebanyak 15 ribu macam kosmetik ilegal. Tidak hanya berhasil menyita barang bukti tersebut, petugas juga meringkus Haydar (33), pedagang dan juga sekaligus tersangka pemilik ribuan kosmetik palsu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, warga Jalan KH Azhari, Lorong Kenduruan, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang ini, harus merasakan dinginnya tinggal dibalik jeruji penjara Polda Sumsel.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suhasto, didampingi Kanit II, Komisaris Polisi (Kompol) Baginda Harahap, mengatakan bahwa penangkapan bermula dari laporan masyarakat dan petugas melakukan pengintaian dn penyelidikan.

Nantinya, kosmetik yang disita ini akan diuji di laboratorium kalau-kalau mengandung merkuri. “Kosmetik yang dijual sudah menjadi atensi khusus BPPOM karena sangat banyak yang jualnya. Ia dikenakan pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun,” kata Suhasto.

Sementara itu, dari pengakuan Haydar, dirinya tidak mengetahui bahwa kosmetik yang dijual adalah ilegal dan didugan mengandung mercuri. “Saya tidak tahu kalau kosmetik yang saya jual ini ilegal. Pasalnya, di Jakarta, kosmetik ini djual secara bebas di pasar, bahkan dipajang di etalase. Sebab itu saya heran mengapa kosmetik ini dinyatakan ilegal,” bebernya.

Lanjut Haydar, kosmetik tersebut dibeli langsung di Pasar Pagi Asemka, Jakarta. Dirinya mengetahui adanya kosmetik ini di pasar itu setelah beberapa kali pergi ke Jakarta untuk mengambil pakaian yang akan dijual. “Saya sudah menjual kosmetik ini sejak Agustus 2014,” akunya.

Sehari-hari, Haydar beroperasi di belakang gedung Pasar 16 Ilir Palembang dan kosmetik yang dijual diletakkan di motor. Menurut Haydar, konsumenya kebanyakan berasal dari daerah di Sumsel, terutama kawasan Jalur Kabupaten Banyuasin.

Selama ini, dirinya belum pernah menerima keluhan dari para pembelinya. “Modal satu lusin kosmetik Rp 26 ribu dan saya jual Rp 30 ribu. Total harga kosmetik yang disita sekitar Rp 15 jutaan,” tukas bapak beranak dua ini.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster