Perangkat Desa Jualbelikan Lahan Sengketa

 275 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Masalah tuntutan 700-an warga Desa Sungai Sibur, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI atas lahan seluas 5.170 hektar, yang masuk areal operasi perusahaan tebu PT Pratama Nusantara Sakti (PNS) belum selesai, kini lahan yang masih berstatus sengketa tersebut diduga terus diperjualbelikan oknum perangkat desa setempat ke pihak perusahaan.

Hal ini dikatakan Minal, salah satu warga Sungai Sibur, menjelaskan, dugaan jual beli lahan yang masih berstatus sengketa oleh oknum perangkat desa kepada PT PNS, telah berlangsung lama. Pihaknya sudah mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI segera turun tangan agar jualbeli lahan sengketa tersebut bisa dihentikan.

“Jual beli lahan itu diduga didanai PT PNS, karena lokasinya berdekatan dengan areal operasi perusahaan. Namun sayangnya, lahan yang dijual itu masih berstatus sengketa, karena masuk areal perusahaan tetapi belum pernah diganti rugi,” ujar Minal, Rabu (14/1).

Dikatakannya, lahan yang berstatus sengketa di Desa Sungai Sibur, Kecamatan Sungai Menang, jumlahnya cukup luas, karena memang merupakan lahan perkebunan dan pertanian masyarakat yang secara turun-temurun dikelola.

“Jual beli lahan ini jelas kehendak perusahaan, sehingga mereka menyuruh oknum perangkat desa Sungai Sibur untuk mencari masyarakat yang mau menjual lahan mereka, sementara di satu sisi lahan tersebut masih bersengketa,” terangnya.

Minal mengaku dirinya pernah didatangi oknum perangkat desa yang mengiming-imingi agar menjual lahan yang diklaim kepada pihak perusahaan.

“Saya langsung menolaknya mentah-mentah, karena kita mengerti dengan hukum. Sekarang ini saya bersama 700-an warga Sibur lainnya hanya menginginkan kejelasan atas tuntutan kami atas lahan 5.170 hektar, yang masuk areal operasi perusahaan karena jelas tanah itu milik kami,” tandasnya,

Ditembahkan, dugaan masih terjadinya jual beli lahan sengketa itu telah dilaporkan kepada tokoh masyarakat Sungai Menang, Sang Dewi Rusmin Nuryadin dan anggota DPRD OKI asal Dapil Sungai Menang, Amirsah SH.

Tokoh masyarakat Sungai Menang, Sang Dewi Rusmin Nuryadin ketika dihubungi juga membenarkan masih adanya aktivitas jualbeli lahan sengketa tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat, untuk itu saya bersama Amirsyah akan segera melaporkan hal ini kepada Ketua Tim Terpadu Penyelesaian Sengketa Lahan dan Tapal Batas Pemkab OKI, dalam hal ini Wakil Bupati HM Rifai SE. Kami berharap pemerintah cepat tanggap terkait permasalahan ini,” katanya.

Pihaknya juga menyayangkan apa yang dilakukan oknum perangkat Desa Sungai Sibur dan pihak perusahaan.

“Walaupun tidak tertulis secara nyata, namun jelas status hukumnya jika lahan itu sedang disengketakan. Untuk itu kami mengharapkan kepada tim terpadu untuk segera menyelesaikan masalah jual beli lahan sengketa ini dan juga permasalahan tuntutan lahan 5.170 hektar yang diklaim warga,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Tim Terpadu Pemkab OKI, HM Rifai SE didampingi Asisten I Setda OKI, Listiadi Martin SSos mengaku pihaknya akan segera menurunkan tim guna mengkroscek apa yang terjadi di lapangan.

“Laporan ini akan segera kita tindak lanjuti, bila perlu saya yang akan turun langsung ke Desa Sungai Sibur,” tegasnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster