Laporkan Guru Sertifikasi Makan “Gaji Buta“

 641 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

KAYUAGUNG – Guru pengawas yang ditugaskan ke sekolah-sekolah untuk mengawasi kinerja para guru, harus berani melaporkan ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, bila mendapati adanya guru sertifikasi yang masih nakal tidak menjalankan kewajiban mengajarnya.

“Selama ini kami dari Dinas Pendidikan tidak pernah menerima laporan, mengenai adanya guru sertifikasi yang malas-malasan dalam mengajar. Karena memang saat laporan yang kami terima semuanya baik dalam menjalankan tugasnya, maka tunjangan mereka kita bayarkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan OKI, Drs H Zulkarnain, melalui Kasi Pengembangan Karir Guru, Drs Yuliadi,  Kamis (15/1).

Menurut Yuliadi, dalam hal ini guru pengawaslah yang mesti aktif dan harus berani melaporkan jika ditemui ada guru yang nakal demikian, sehingga menerima “gaji buta.”  Kata dia kalau memang adanya laporan demikian, maka guru tersebut akan diberikan sanksi. Dikatakannya, selama ini pihaknya hanya menerima laporan dari kepala sekolah masing-masing tentang kinerja para gurunya.”Drai laporan itu semuanya baik, ya kita terima saja.” terangnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan OKI, hingga tahun 2014 jumlah guru sertifikasi mencapai hampir tiga ribuan terdiri dari semua tingkatan pendidikan, baik TK, SD, SMP, SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Untuk jumlah guru SMA/SMK yang sudah bersertifikasi saat ini sebanyak 368 orang, guru SMP sebanyak 604 orang. Sementara untuk jumlah guru TK/SD yang sudah sertifikasi sekitaran 2 ribuan orang lebih.” Untuk SD sekitaran 2 ribuan lebih, karena saya tidak pegang datanya.” Kata Yuliadi.

Para guru sertifikasi ini, akan mendapatkan tunjangan setiap bulannya satu kali gaji pokok. Sesuai dengan kinerjanya yang harus memenuhi kawajiban dalam mengajar di sekolah . “Artinya mereka tidak boleh malas-malasan, kalau mereka cuti saja satu minggu. Maka tunjangan selama satu bulan tidak bisa dibayarkan. Bahkan untuk cuti melahirkan dan pergi haji sekalipun,” jelas Yuliadi.

Tahun 2015 ini, kepada para guru yang belum mendapat sertifikasi, masih memiliki peluang untuk mengikuti program sertifikasi. Sebagaimana tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, kata dia, prosesnya sedikit panjang disbanding tahun terdahulu.

“ Tahun ini namanya Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ) dalam satu smestar ada 36 SKS, setelah itu mereka akan mengikuti workshop selama 16 hari. Dilanjutkan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) selama 60 hari di sekolahnya masing-masing yang harus diawasi oleh guru inti dan pengawas dari Lembaga Pendidikan dan Tenagakependidikan.

Ditambahkannya, tahun 2014 lalu sebanyak 403 guru di OKI dari semua tingkatan mengikuti tes guru sertifikasi, dari jumlah tersebut, hanya empat orang yang dinyatakan tidak lulus.

“Tapi bagi yang tidak lulus masih ada kesempatan untuk ikut di tahun ini.” tandasnya seraya mengatakan salah satu syarat untuk ikut adalah mereka yang sudah diangkat menjadi guru ditahun 2006 hingga tahun 2015. Sementara untuk guru swasta dua tahun dia mengajar jadi guru juga sudah bisa ikut.

 

Teks        : DONI AFRIANSYAH

Editor      : FJ Adjong

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster