KPP Perketat Pengawasan Reklame Rokok

 426 total views,  2 views today

Ilustrasi Rokok dengna Kemasan Terbaru yang disertai pesan bergambar | Dok KS

Ilustrasi Rokok desain kemasan rokok | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Kantor Pelayanan Perizinan (KPP) Lubuklinggau memperketat pengawasan terhadap pemasangan reklame-reklame rokok yang selama ini berhamburan di seluruh penjuru Kota Lubuklinggau.

Apabila kedapatan memasang reklame/spanduk/stiker rokok di tempat-tempat terlarang, petugas KPP Lubuklinggau akan memberikan sanksi tegas berupa pembongkaran paksa dan melayangkan surat teguran kepada pemilik iklan tersebut.

Kepala KPP Lubuklinggau, Fajarudin didampingi Kepala Seksi PDP KPP Lubuklinggau, Firman kepada Kabar Sumatera,kemarin (15/1) menjelaskan, selama ini pihaknya sudah banyak membongkar paksa reklame-reklame rokok yang memiliki izin namun terpasang dikawasan terlarang.

Adapun kawasan non iklan rokok di Kota Lubuklinggau yakni sepanjang jalan dari Simpang Tiga Trafict Light RCA sampai ke Masjid Agung As-Salam, kemudian di dekat Masjid, sekolah, dan rumah sakit.

Pelarangan memasang reklame di sepanjang RCA-Masjid Agung As-Salam salah satu tujuanya untuk menciptakan keindahan dan kerapihan Kota Lubuklinggau. Dengan demikian, tak ada lagi spanduk-spanduk yang merusak keindahan kota terpasang di tiang-tiang listrik dan telpon serta di taman pembatas jalan.

“Ketahuan memasang di dekat masjid, dekat sekolah dan dekat rumah sakit diseluruh wilayah kota, akan kita bongkar,” tegasnya.

Saat ini KPP sudah menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, pengurus masjid, dan rumah sakit agar mengawasi serta menginformasikan kalau ada yang memasang iklan rokok di sekitar kawasan tersebut.

Di sepanjang RCA – Masjid Agung As-Salam, seluruh jenis iklan rokok tidak diperbolehkan dipajang di pinggir jalan, di tiang listrik, tiang telpon, tiang pancang, walaupun iklan tersebut membayar retribusi dan pajak, tetap tidak diperbolehkan.

“Sudah banyak selama ini spanduk-spanduk rokok yang kita bongkar, tapi memang mereka saja yang masih bandel,” ujarnya.

KPP Lubuklinggau tidak pernah mempersulit proses pembuatan izin, asal tidak melanggar ketentuan-ketentuan peraturan yang berlaku.

Pada 2014, sebanyak 3.231 Izin dari 13 item perizinan diterbitkan, seperti Tanda Daftar Gudang, Rumah Makan, Tanda Daftar Perusahaan, tanda daftar industri, Izin Usaha Kepariwisataan, Izin Reklame, Izin Tempat Penyimpanan Barang, Izin Usaha Jasa Kontruksi, SIUP, SITU, surat izin komersil.

Mirisnya, dari 3.231 lembar izin tersebut, tak satu pun untuk izin penangkaran sarang burung walet. Karena, jenis usaha ini tidak bisa memenuhi persyaratan yang berlaku,yakni izin kiri kanan tempat penangkaran. Sehingga, sampai saat ini ratusan penangkaran walet di Kota Lubuklinggau masih ilegal.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster