Kiper SFC Berharap Gaji Segera Dilunasi

 185 total views,  2 views today

Kiper SFC Dian Agus Prasetyo | Foto : Bagus Kurniawan

Kiper SFC Dian Agus Prasetyo | Foto : Bagus Kurniawan

Palembang – Kiper anyar Sriwijaya FC, Dian Agus Prasetyo alias DAP berharap tunggakan gaji selama dua bulan di klub lamanya, Mitra Kukar agar dilunasi secepatnya, mengingat kompetisi musim 2015 akan segera digulirkan.

Saat ini, Dian merasa nyaman bersama klub barunya Sriwijaya FC dan ingin membawa klub berjuluk Laskar Wong Kito ini menjadi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2015.

“Sekarang saya sudah di SFC dan ingin memberikan yang terbaik buat tim ini, namun soal gaji saya di Mitra Kukar pastinya saya harapkan agar segera dilunasi karena itu sudah menjadi hak pemain dan klub wajib membayarnya,” kata Dian, kiper timnas Indonesia.

Dikatakan DAP, tim Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, masih punya tunggakan gaji selama dua bulan kepadanya.

“Komunikasi terakhir dengan manajemen (Mitra Kukar) waktu saya pulang dari Vietnam setelah bermain di Piala AFF. Sekarang putus informasi, tapi saya tanya dengan teman-teman yang masih disana, katanya dalam minggu-minggu ini akan dilunasi,” ungkap mantan kiper Barito Putera itu.

Menurut pria asal Ponorogo berusia 29 tahun ini, jika Mitra Kukar tidak bisa melunasi tunggakan gaji tersebut sebelum kompetisi dimulai, tentu akan merugikan Mitra Kukar sendiri. “Mitra Kukar tidak bisa ikut ISL musim ini kalau tidak bisa bayar (melunasi tunggakan gaji). Sebab itu menjadi syarat dari PT Liga untuk ikut ISL,” terangnya.

Di sisi lain, saat ditanya kenapa memilih SFC ketimbang bertahan di Mitra Kukar yang notabene masih ingin menggunakan tenaganya musim 2015. DAP mengatakan jika alasan pertama ingin lebih dekat dengan keluarga yang berada di Ponorogo.

Jika mendapat libur sekitar dua sampai tiga hari, ia masih bisa pulang kampung dari Palembang ke Ponorogo. Sementara jika bermain di Mitra Kukar, libur selama tiga hari bisa dikatakan habis di perjalanan  karena jarak tempuh dari Kutai Negara (daerah asal klub Mitra Kukar) ke Ponorogo mengahabiskan waktu 12 jam. Kemudian yang tak kalah penting aspek finansial SFC yang baik menjadi faktor utama sehingga ia memilih hengkang dari Mitra Kukar.

“Sebagai pemain profesional, pastinya masalah gaji paling penting buat saya dalam memilih klub, karena dari sinilah saya menghidupi keluarga. SFC juga klub yang paling serius meminati saya, klub yang punya target juara dan menurut pemain yang bermain di sini (SFC), gaji lancar,” urai pria yang sudah punya dua orang anak itu.

“Intinya sekarang saya harus fokus untuk memberikan yang terbaik buat SFC agar musim ini menjadi juara,” pungkas DAP.

 

TEKS       : IQBAL

Editor     : Junaedi Abdillah

 

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster