Kesederhanan di Hari Raya Imlek

 720 total views,  2 views today

Hermanto Wijaya, Owner Jaya Raya Solution. | Dok KS

Hermanto Wijaya, Owner Jaya Raya Solution. | Dok KS

PALEMBANG – Walaupun tiap tahunnya Hari Raya Imlek semakin meriah, namun selalu ada kesederhanaan disetiap Imlek tiba.

Masyarakat Tionghoa tidak terlalu konsumtif terhadap tradisi Hari Raya Imlek.

“Ya, dikalangan Tionghoa lebih mementingkan ke acara ritualnya, yakni paling penting silaturahmi ke orang tua, sanak saudara, dan keluarga. Kedua lebih introspeksi diri dengan apa yang sudah dilakukan tahun ini dan apa yang belum, dan apa yang harus di perbaiki,” kata Hermanto Wijaya, Owner Jaya Raya Solution, kemarin.

Lanjutnya, untuk masalah kemeriahan dalam merayakan Hari Raya Imlek, tidak perlu dengan kemeriahan yang berlebihan, seperti halnya menyalakan kembang api yang berlebihan, dengan pakaian yang mencolok serta makanan yang juga berlebihan.

“Mungkin untuk masyarakat Tionghoa kita merayakannya dengan sesederhana mungkin. Tidak perlu yang mewah-mewah, yang mencolok, pakaian juga yang biasa-biasa saja. Jadi tidak menimbulkan dampak ke masyarakat luas. Saya pikir sederhana saja,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, karena hidup itu harus saling mengerti, harus bisa menempatkan diri, dan juga harus tahu diri dengan setiap lingkungan tempat tinggal. “Kalau lingkungan kita tidak terlalu mampu ya tidak usah berlebihan,” ujarnya.

Disinggung soal perbandingan tahun 2014 dengan tahun 2015, Hermanto Wijaya menjelaskan bahwa setiap tahunnya pasti selalu lebih meriah, karena situasi yang nyaman dan semakin kondusif.

Pada saat kondusif itu orang-orang merayakan dengan meriah dan khusuk tapi tetap sederhana.

“Yang paling hakiki itu sembahyang, riligius, ritual kepada leluhur dan sanak keluarga, kepada orang tua yang sudah meninggal, silaturahmi mempererat hubungan keluarga,” tegasnya.

Disamping itu, untuk persiapan di tempat ibadah sendiri seperti Wihara Praja Bumi Sriwijaya, yang ada di Sayangan, sudah dilakukan persiapan dengan merenovasi dan mempercantik setiap ruangan disetiap sudut Wihara.

“Persiapan sudah ada, kita sudah mulai sedikir merenovasi sedikit. Ada persiapan lagi seperti pernak- pernik lampion, kita sudah mempersiapkan, untuk menganti lampion yang lama yang sudah rusak,” paparnya.

Lanjutnya, Pernak-pernik untuk menghias Wihara pun dipesan langsung dari Jakarta.

“Wihara-wihara lain juga banyak yang akan dipercantik, jadi kita biar tidak ketinggalan harus pesan duluan, karena pengiriman pasti akan lambat kalau sudah banyak yang pesan, dan pernak-pernik ini kita pesan dari jakarta,” katanya.

 

TEKS      : YUNI DANIATI

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster