Jalan Khusus Batubara Gagal atau Batal ?

 456 total views,  2 views today

 

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

  • DPRD Minta Percepat Jalan Khusus

PALEMBANG – Penyelesaian jalan khusus angkutan batubara di Sumatera Selatan nampaknya kembali tertunda. Jalan dijanjikan selesai akhir 2014 mengalami banyak kendala. Antaralain kerusakan akibat terkikis dan belum bisa dilalui truk batubara. Awalnya proyek ini diserahkan ke Titan Grup masih jadi tanggung jawab pihak Servo.

Direktur Utama PT Servo Kusnadi Sukarja menjelaskan, bahwa jalan khusus batubara yang memiliki panjang 116 kilometer (KM) tersebut diperkirakan selesai dibangun dan digunakan pada 2016 mendatang.

“Inilah yang bisa diterangkan kondisinya sekarang. Saat ini masih meningkatkan peninggian badan jalan supaya tidak ada lagi gangguan mulai dari hujan dan banjir. Kemungkinan siap digunakan pada Mei 2016,” kata Kusnadi.

Ujar Kusnadi, kendala yang masih terjadi di lapangan ialah peningkatan infrastruktur jalan yang perlu perbaikan serius, sehingga bisa dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas angkut yang cukup besar.

“Kita memerlukan peninggian jalannya sekitar 2,5 meter kemudian lagi penambahan jembatan. Karena truk yang ingin melintas nantinya bisa melewatinya dengan mulus,” sebutnya.

Dijelaskan Kusnadi, dalam pengoperasian jalan khusus batubara tersebut, hanya akan dimanfaatkan pihak Servo sendiri. “Nantinya dioperasikan untuk ukuran kendaraan 2×60 atau 120 ton untuk dilintasinya,” terangnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan kontrak dengan perusahaan pertambangan yang lain, sehingga bisa dilalui truk batubara perusahaan lain saat melintas.

“Untuk perusahaan yang akan deal-dealan, Saya kurang hafal ada berapa, yang saya ingat ada sekitar lima sampai enam kontrak sedang ditandatangani dengan perusahaan pertambangan yang akan diajak bekerjasama,” ungkapnya.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, pemerintah saat ini masih menunggu hasil rencana pembangunan dari pihak Servo. Memang sebelumnya pihak Servo sudah lama dikasih tenggat waktu untuk menyelesaikan ini, tetapi sempat terjadi peralihan ke pihak Titan Grup.

“Ini kan proyek swasta, jadi kita tinggal menunggu saja. Perlu diterangkan, pembangunan ini juga masih ada tanggungjawab dari pihak Servonya. Tapi memang, sampai sekarang proyeknya belum selesai karena mengalami beberapa kendala di lapangan,” beber Alex, kemarin.

Dirinya juga selalu menerima laporan kalau angkutan batubara masih saja suka melalui jalan raya, padahal sudah dilarang oleh pihaknya secara tegas.

“Kita berharap supaya jalan khusus ini bisa segera selesai. Sehingga batubara yang ingin diangkut bisa mempunyai jalannya sendiri tanpa mengganggu pengguna jalan umum,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumsel Musni Wijaya, mengakui memang informasi semula jalan alternatif khusus truk angkutan batubara sudah selesai dibangun, hanya saja belum bisa diresmikan dan dipakai karena jalanan tersebut masih mengalami kendala yang cukup berarti.

“Yakni kendala kematangan jalan. Kondisi jalan ini kan hanya sebatas agregat yang terdiri dari batuan sementara lapisan bawahnya dari timbunan tanah. Jadi belum cukup kuat jika musim hujan datang,” kata dia.

Harusnya, diresmikan saat musim kemarau kemarin, hanya saja karena ingin melihat kondisi jalan saat hujan maka peresmian ditunda. Hasilnya, saat hujan tiba, sebagian jalan itu malah tertutup dengan genangan air.

“Takutnya saat mobil lewat, jalan akan amblas. Karena jalanan ini belum kuat. Kami akan kembali bertemu dengan kontraktor jalan Servo, ini untuk evaluasi kembali guna mempercepat penggunaan jalan khusus batubara. Rencananya pada Januari ini,” beber dia.

Yang jelas, kata dia, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi untuk membantu percepatan itu.

“Kita juga sudah bahas bahwa memang ada sebagian jalan yang belum stabil dan terendam saat hujan turun. Bagaimanapun jalan tersebut harus cepat selesai, karena saat ini dampaknya masih banyak truk batubara yang melalui jalan utama dan membuat kemacetan padahal sudah diberikan larangan sebelumnya,” tegas Musni.

Pihaknya juga sudah meminta bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang dilewati kawasan jalan Servo itu seperti Lahat, Muara Enim, Prabumilih. Karena guna mempercepat pembangunan jalan itu dipastikan butuh adanya bantuan pemerintah setempat.

“Pembangunannya memang di lakukan swasta, tapi kan tetap harus ada dukungan pemerintah setempat. Apalagi jalan Servo ini akan menjadi jalan tambang dan sangat bermanfaat agar mengurangi kemacetan di jalan utama,” pungkasnya.

DPRD Minta Selesai 2016

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya SH mengutarakan jika masalah angkutan batubara sampai saat ini menjadi keluhan masyarakat. Dengan beroperasinya jalan khusus yang dikelola PT Servo, keluhan masyarakat bisa dijawab. “Tapi memang, jalan ini baru bisa dioperasikan pada Mei 2016 tahun depan. PT Servo dari penjelasannya, membuat jalan khusus sendiri kapasitas kendara dengan daya angkut 2×60 atau 120 ton, artinya memang didisain untuk kendaraan besar,” kata politisi Partai Golkar Sumsel ini, Rabu (14/1).  Dalam meninjau jalan angkutan batubara tersebut, Komisi IV mengikutsertakan Ditlantas Polda Sumsel, Dishubkominfo Pemprov Sumsel, Distamben Sumsel, serta Dirut PT Servo Kusnadi Sukarya, yang langsung ikut mendampingi. Ucap Edward, ada sekitar hampir 30 perusahaan pertambangan, dan 16 sudah jalan. Namun, dari 16 tersebut baru enam yang menjual ke PT Servo untuk angkutannya, 10 lagi masih menggunakan jalan provinsi dan negara. Maka dari itu, pihaknya ingin mengecek kondisinya dan mendorong lainnya untuk memanfaatkan akses khusus atau berkejasama dengan PT Servo.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ/ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster