Dugaan Penyelewengan Pajak Rp 64 Milyar, Tipikor Polda “Obok-obok” Kantor Samsat

 422 total views,  2 views today

Tim penyidik Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Sumsel, unit Tindak Pidana korupsi (Tipikor) saat memeriksa dokumen-dokumen di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Samsat Palembang, | (15/01/13)

Tim penyidik Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Sumsel, unit Tindak Pidana korupsi (Tipikor) saat memeriksa dokumen-dokumen di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Samsat Palembang, | (15/01/13)

PALEMBANG – Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), unit Tindak Pidana korupsi (Tipikor) menyambangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Samsat Palembang, Kamis (14/1) pukul 09.30 WIB.

Penggeledahan kantor pajak kendaraan bermotor ini dilakukan, setelah sebelumnya penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel menetapkan seorang tersangka Tipikor setoran pajak tahun 2012.

Untuk mengungkap siapa yang terlibat dan menikmati dana haram tersebut, hingga merugikan negara hingga Rp 64 Milyar, penyidik melakukan penggeledahan.

Meski ada peggeledahan, kegiatan di Samsat Palembang tetap beroperasi seperti biasanya. Mulai dari layanan pajak kendaraan, cek fisik kendaraan, hingga layanan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tetap berjalan.

Pantauan di lapangan, penyitaan terlebih dahulu dilakukan di Dispenda Sumsel. Sekitar dua jam berada di tempat tersebut, penyidik selanjutnya mendatangi Kantor UPTD Samsat Palembang.

Ketua UPTD Samsat Palembang Dirman, yang berada ditempat tersebut tidak bisa berkomentar banyak karena merasa tidak terlalu mengetahui kronologis dugaan korupsi tersebut.

“Yang disita dokumen setoran pajak 2012. Saat itu saya belum ada di sini (Samsat). Sebab itu, saya tidak bisa berkomentar banyak,” kata Dirman.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, mengatakan penggeledahan ini bertujuan untuk melengkapi alat bukti yang sebelumnya sudah disita.

Selain itu, sambungnya, penyitaan dokumen ini berdasarkan permintaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Palembang dalam proses penghitungan audit kerugian negara.

“Benar, ada penggeledahan untuk menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan dana setoran pajak. Ini merupakan rangkaian penyitaan yang sudah kita lakukan sebelumnya,” kata Djarod.

Sejauh ini, lanjut Djarod, penyidik sudah menetapkan satu tersangka. Hanya saja, Djarod belum bisa mengungkap identitas tersebut. Namun, dari informasi yang didapat, tersangka berstatuskan mantan Ketua UPTD Samsat Palembang berinisial ES.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPK Palembang menemukan dugaan penyelewengan dana setoran pajak di tubuh Samsat Palembang tahun 2012. Indikasi saat itu, ada kerugian negara mencapai Rp 64 Miliar.

Setelah menemukan indikasi tersebut, pihak BPK Palembang menyerahkan kasus tersebut kepada Tipikor Polda Sumsel untuk menindak lanjutinya. Diketahui, dana setoran pajak yang dilaporkan tidak sesuai dengan laporanya. Diduga, uang setoran pajak masuk ke rekening pribadi.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster