Derita Samariyah Tanpa Kartu Berobat

 404 total views,  2 views today

Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) | Foto : Ist

Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) | Foto : Ist

ERANGAN demi erangan menahan rasa sakit yang sangat kuat, dilalui dengan tabah oleh Samariyah (38). Dan erangan itu semakin menjadi setelah lima tahun dia lalui tanpa ada perubahan sama sekali terhadap tumor ganas yang bersarang di payudaranya.

Penderitaan ibu rumah tangga ini semakin lengkap. Ia tidak bisa mengobati penyakit yang dideritanya, selain karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung, pun dirinya tidak mengantongi Kartu Berobat Gratis dari pihak Pemerintah.

“Berbagai pengobatan dan operasi dua kali pun sudah dilakukan, tapi tumor ganas tersebut tak kunjung sembuh. Sudah dua kali operasi dengan biaya sendiri tapi masih tidak sembuh juga. Kami tidak ada dana lagi untuk biaya pengobatannya,” kata Khoirul suami Samariyah.

Keterbatasan dana yang dipunyai keluarga ini, membuat penyakit Samariyah, semakin sulit disembuhkan. Dirinya hanya bisa pasrah, tak tahu lagi apa yang seharusnya dia perbuat untuk meringankan beban derita penyakit yang tak mengenal lelah mendera Samariyah.

Samiyah dan Khoirul, tidak mengerti secara medis tentang penyakit yang dialami Samiyah. Yang mereka tahu tumor ganas tersebut sudah tumbuh di bagian payudara dan menjalar ke bagian punggung belakangnya. Akibatnya, Samariyah tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-hari.

Beban derita yang dialami pasangan suami istri ini, sebenarnya membuat mereka sudah tidak kuat lagi menanggungnya. Pengeluaran yang menguras kocek mereka, semakin membuatnya tidak berdaya.

Bahkan untuk biaya dirinya bersama suami mondar mandir dari kediaman di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) menuju Palembang untuk berobat ke RSMH Palembang, pun sudah sangat memberatkan.

Memang, keadaanlah yang membuat kedua suami istri ini harus bolak balik. Khoirul tetap berupaya mengobati istrinya di Palembang. Dan untungnya, mereka memiliki sanak keluarga yang bertempat tinggal di Jalan Perinduatrian 2, Lorong Demang Satu RT 69 RW 14 No 168 Palembang, sehingga bisa menumpang selama proses pengobatan.

“Kami berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan donatur untuk membantu istri saja,” ujar Khairul penuh harap.

 

TEKS     : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR  : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster