Blue Bird Terus Tingkatkan Pelayanan

 284 total views,  2 views today

Ilustrasi Taksi Blue Bird | Dok KS

Ilustrasi Taksi Blue Bird | Dok KS

PALEMBANG – Blue Bird sebagai penyedia jasa transportasi menyebut selama tahun 2014 menerima pendapatan mencapai 40 persen atau sekitar Rp 40 miliar, sedangkan dibandingkan tahun 2013 lalu blue bird merealisasikan pencapaian Rp 25 miliar atau sekitar Rp 2,5 miliar per bulan.

Bambang, Kepala Unit Serikat Pekerja Blue Bird Palembang menjelaskan, untuk tahun 2015 pihak Blue Bird optimis pendapatan akan lebih meningkat dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Terjadinya peningkatan ini dikarenakan selama 2014  adanya penambahan armada sebanyak 25 unit. Saat ini jumlah armada yang ada di Blue Bird Palembang sebanyak 300 unit armada.

“Tak hanya dengan adanya penambahan armada, namun peningkatan ini juga didukung oleh beberapa event-event Internasional yang dilaksanakan di Kota Palembang seperti ISG, MTQ, dan AUG,” katanya, Kamis (15/1).

Sedangkan untuk meningkatkan pendapatan selama tahun 2015 ini pihak akan terus melakukan penambahan-penambahan rute-rute yang akan dilalui oleh Blue Bird seperti kawasan Jakabaring dan sekitarnya. Hal itu dikarenakan kawasan tersebut sudah menjadi sentral kawasan ekonomi yang cukup menjanjikan.

“Kita lihat sekarang kawasan tersebut sudah menujukkan trend positif melihat dengan banyak pembangunan mal, perumahan, maupun fasilitas umum lainnya,” katanya.

Memasuki bulan Januari di tahun 2015 ini memang sedikit mengalami penurunan sebesar 15 persen, namun hal itu tidak mempengaruhi lajur taxi Blue Bird. Tapi pihaknya optimis memasuki bulan Februari grafik pendapatan akan mulai membaik.

“Biasanya awal-awal tahun grafik untuk pendapatan mengalami penurunan, hal ini bukan hanya terjadi bagi taxi Blue Bird saja namun juga kepada jasa tranportasi lainnya,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah agar lebih meningkatkan pelayanan infrastruktur seperti keamanan maupun jalan yang akan dilalui taxi Blue Bird.

“Taxi kita ini kan beroperasinya 24 jam, jadi perlu adanya keamanan yang cukup ekstra, apalagi penumpang taxi Blue Bird ini bukan hanya dari warga lokal namun ada juga dari negara-negara lain,” katanya.

Terkait dengan adanya kompotitor, pihaknya cukup tergangu dengan adannya beberapa kompotitor elegal yang mengoperasikan taxinya dengan tidak memiliki izin resmi dari pihak terkait.

“Memang ada beberapa taxi ilegal yang melakukan pengambilan penumpang yang jalur tersebut seyogyanya milik taxi Blue Bird,” jelasnya.

Untuk membedakan Blue Bird dengan kompotitor lainya, yakitu dari segi unit seperti kaca yang terlihat transparan, kerapian, kenyamanan, hal ini digambarkan dengan warna mobil biru.

“Hal ini agar lebih meyakinkan bagi para penumpang yang akan menggunakan jasa Blue Bird,” tutupnya.

TEKS      : AMINUDDIN

EDITOR   : FJ ADJONG


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster