Tuntutan Pedagang Pasar Induk Jakabaring Dikabulkan PT SSA

 369 total views,  2 views today

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Induk Menggugat (APPIM),melakukan aksi di depan walikota Palembang,Selasa (13/1).  Dalam aksinya, ratusan massa tersebut meminta kejelasan dari Pemkot Palembang yang mereka anggap lepas tangan, terkait kesewenang-wenangan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna kepada pedagang Pasar Induk Jakabaring. | Foto ; Alam TM

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Induk Menggugat (APPIM),melakukan aksi di depan walikota Palembang,Selasa (13/1). Dalam aksinya, ratusan massa tersebut meminta kejelasan dari Pemkot Palembang yang mereka anggap lepas tangan, terkait kesewenang-wenangan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna kepada pedagang Pasar Induk Jakabaring. | Foto ; Alam TM

PALEMBANG – Gejolak yang terjadi antara pedagang pasar Induk Jakabaring dengan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna (SSA) selaku pengelola pasar, nampaknya sudah menemukan titik terang. Sebab, seluruh tuntutan pedagang di kabulkan pihak pengelola.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil kesepakatan. Semua tuntutan pedagang dikabulkan PT SSA,”ungkap Ketua Persatuan Pedagang Pasar Induk Jakabaring, Achmad Muksin, usai melakukan pertemuan dengan PT SSA, yang dipasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (14/1).

Muksin menyebutkan, berdasarkan kesepakatan, PT SSA mencabut surat edaran Nomor : 50/SSA/VI/2014 terkait besaran sewa lapak. Karena, sewa lapak yang di bebankan kepada pedagang sangat memberatkan.

“Selain itu, barang dagangan pedagang diatas 2 ton perhari dan dikenakan biaya Rp120 perkilogramnya ditiadakan,”sebutnya.

Menurut Muksin, kesepakatan itu dilakukan agar di pasar tidak ada lagi intimidasi dan pihak pengelola harus dapat meningkatkan keamanan.

“Kami juga meminta dihapuskan mafia lapak. Alhamdulillah disepakati juga mereka pengelola menyanggupinya,”ujarnya.

Sambung Muksin, kedepan para pedagang tinggal melihat kenyataan yang ada dilapangan, apakah seluruh kesepakatan itu dijalankan atau tidak.

“Kami apreasiasi niat baik pengelola pasar dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Investasi, Sudirman Tegoeh mengaku, senang karena sudah ada kesepakatan bersama antara pedagang pasar Induk Jakabaring dengan PT SSA.

“Pihak pengelola juga berjanji akan memberantas oknum yang telah melakukan jual beli lapak. Baik itu dari pihak aliansi maupun dari pihak pengelola,” ujarnya memimpin pertemuan kedua belah pihak.

Sudirman berharap, fungsi pasar induk harus dikembalikan menjadi pasar grosir dan bukan pasar retail. Termasuk meningkatkan komunikasi antara PT SSA dengan para pedagang.

“Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi kedepannya,” tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster