Tips Aman Membeli Motor bekas

 2,413 total views,  2 views today

Showroom  motor secend di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.  | Foto ; Bagus Kurniawan KS

Showroom motor secend di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan KS

Sudah sewajarnya Anda merasa bimbang sebelum membeli motor bekas. Takut ditipu, mendapatkan harga yang tak layak, bahkan terkecoh legalitas yang tak jelas: ada berbagai risiko yang membuatmu harus super teliti sebelum membeli motor bekas.

Banyak penjual memoles motor dagangannya sedemikian rupa, menutupi kekurangan produk hingga bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi dari seharusnya. Namanya juga pedagang: punya trik berjualan pasti sah-sah aja. Tapi Anda pun nggak boleh pasrah, kamu juga harus punya tips dan trikmu sendiri.

1. Tentukan Dulu Motor Apa

Pertama, tentukan dulu jenis motor yang mau kamu beli. Apakah motor bebek, skuter matik, atau sport? Tentukan juga tipe dan pabrikan pembuatnya, karena tiap merek punya keunggulan masing. Ada dua patokan yang bisa kamu gunakan untuk memilih motor mana yang harusnya kamu beli:

Patokan Anggaran. Jika danamu terbatas, lupakan motor yang mahal. Ingat, kamu masih memerlukan dana buat perawatan dan perbaikan motor bekas itu nantinya.

Patokan Selera.Jika danamu gak terbatas, patokan ini boleh kamu gunakan. Silakan saja cari tipe motor yang selama ini kamu idam-idamkan.

2.Ketahui Harga Pasaran

Sebelum masuk ke pasar motor bekas, cari tahu dulu harga pasaran motor yang kamu incar itu. Apakah harganya wajar? Apakah tren pasar terlalu sering naik turun? Bikin riset mini dengan baca media cetak dan online. Jika tipe yang kamu cari masih mahal di pasaran, kamu bisa mencari produk keluaran tahun sebelumnya. Motor yang umurnya lebih tua biasanya dijual dengan harga lebih murah.

3. Jangan Sembarangan Pilih Penjual

Setelah tahu apa yang kamu cari dan berapa uang yang mau kamu habiskan, telitilah tempat membeli motor bekas. Cari penjual yang udah punya reputasi bagus. Biasanya dealer motor bekas yang bonafid bisa kamu percaya, karena mereka punya prosedur yang ketat saat membeli motor dari pengguna pertama. Kamu juga bisa berbisnis dengan orang yang udah biasa jual-beli motor bekas. Orang seperti ini biasanya hanya menjual 1-2 motor karena belum punya cukup modal buat buka dealer sendiri.

4. Periksa Kelengkapan Surat

Sekurang-kurangnya, sebuah unit motor harus memiliki STNK dan BPKB. Pemilik pertama juga kadang akan menyertakan faktur pembelian. Cek juga kecocokan nomor rangka dan nomor mesin di badan motor dengan yang ada di surat. Angka-angka itu harus sama persis. Jika ada satu aja angka yang gak sama, kemungkinan besar motor itu memiliki surat palsu — atau lebih parah, adalah hasil pencurian.

 

TEKS:LITBANG KS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster