Rumah Singgah OKI Tidak Beroperasi Optimal

 361 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Rumah singgah yang baru saja diresmikan sebulan lalu oleh Pemerintah Kabupaten OKI, dengan tujuan untuk menampung para ibu hamil yang memiliki resiko dalam melahirkan, ternyata tidak beroperasi secara optimal.

Pantauan Kabar Sumatera, bangunan yang baru saja selesai dikerjakan akhir tahun 2014 yang lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Kayuagung, tampak tak berpenghuni tak nampak aktivitas. Bahkan pagar gedung pun ditutup rapat.

Padahal, sewaktu diresmikan sebulan lalu, berbagai kegiatan digelar di sana, seperti donor darag, cek kadar gula darah dan informasi terkait lainnya seputar kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis SKM MKes, melalui Kasi Pelayanan Dasar, Herman Amro, SKM mengatakan, selama ini keberadaan rumah singgah yang baru saja diresmikan sudah selalu dihuni para staf Dinas Kesehatan yang telah ditugaskan.

“Difungsikan terus kok, kita tempatkan empat orang, yang diketuai Pak Nasir SSos dan Ahmad Fahmi SKM, serta dua orang bidan yang berstatus honor, keempatnya kita berikan honor.” ujar Herman.

Menurut Herman, sejak diresmkan rumah singgah tersebut, setidaknya sudah ada empat orang ibu hamil beresiko yang menginap di tempat itu.

“Baru -baru ini ada warga dari Sungai Menang yang sudah kita layanani.” ungkapnya.

Fungsi rumah singgah itu adalah untuk menginapkan para ibu hamil yang dinilai beresiko saat melahirkan nanti.

“Makanya sebelum melahirkan kita minta kepada bidan desa untuk merujuk para ibu hamil tersebut ke rumah singgah, yang jaraknya dekat dengan rumah sakit. Jadi kalau sewaktu-waktu mau melahirkan bisa diantar dengan cepat ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.”jelas Herman.

Kalau tidak ada ibu hamil yang menginap, maka tempat itu tidak ditunggu sampai malam.

“Tapi siang hari selalu ada yang jaga kok. Mungkin yang kamu lihat kosong itu karena hari Jumat.” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya tidak memberikan perawatan secara khusus di rumah singgah. Melainkan hanya menampung ibu hamil yang memiliki faktor beresiko saat melahirkan. Sehingga selama menunggu proses bersalin mereka dengan cepat bisa diantar ke rumah sakit.

Pihaknya juga meminta para bidan desa dan pihak Puskesmas untuk aktif mensosialisasikan ke masyarakat bahwa di OKI telah memiliki rumah singgah.

“Untuk sosialisasi kita juga sudah perintahkan bidan desa dan Puskesmas untuk memberitahukannya ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa yang hamil beresiko bisa segera dirujuk ke rumah singgah. Kalau mereka mau datang pada malam hari bisa telpon nomor kami yang siap membantu 24 jam.” tandasnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH.

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster