Palembang Tuan Rumah Piala Davis

 404 total views,  2 views today

Suasana audiensi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti)  dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Sumatera Selatan (Sumsel). | Foto : Iqbal Basayef

Suasana audiensi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Sumatera Selatan (Sumsel). | Foto : Iqbal Basayef

PALEMBANG – Stadion Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City (JSC) Palembang akan menjadi tuan rumah Piala Davis Grup II zona Asia/Ocenia 2015 yang rencananya  berlangsung pada 6-8 Maret mendatang.

Hal itu disepakati setelah Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) melakukan audiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) di Kantor Sekretariat Koni, Sumsel, Rabu (14/1).

Hadir dari pusat, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PP Pelti, Goenawan Tedjo serta Staf Sekretariat PP Pelti, Satria Data Pambudi turut didampingi ketua Pengurus Provinsi (pengprov) Pelti Sumsek, Ade Karyana.

Penunjukan tuan rumah ini sendiri lantaran venue tenis Bukit Asam ini dipandang layak dan memenuhi standar internsional. “Namun pertandingan nanti hanya satu pertandingan antara tuan rumah Indonesia lawan Iran,” kata Goenawan Tedjo usai audiensi.

Secara keseluruhan, Goenawan menilai, stadion yang dimiliki Sumsel ini sudah memenuhi persyaratan,  meskipun skala untuk menjadi tuan rumah piala Davis ini sangat ketat. “Ada beberapa kejadian seperti saat dilaksanakan di Solo, kita sampai kena denda 2000 USD. Padahal hanya kesalahan kecil,” katanya lagi.

Dikatakan, persyaratan yang mesti dipenuhi seperti ruang pemain dilengkapi AC, sower dan water heter untuk mandi. Selain itu juga harus ada dua meja dan lima kursi. “Ruang wasit juga harus ada AC, sama dengan ruang refferi dan ruang media 3 meja plus lampu lapangan minimal 600 lux,” terangnya.

Di sisi lain Staf Sekretariat PP Pelti, Satria Data Pambudi menerangkan, Piala Davis merupakan agenda organisasi tenis dunia (ITF/International Tennis Federation) yang memiliki rangkaian panjang untuk menembus babak utama.

“Saat ini posisi Indonesia masih jauh untuk menembus babak utama. Kalau di sepakbola Indonesia seperti main di divisi satu. Setelah menang lawan Iran, (Indonesia)  masih akan jumpa pemenang antara Kuwait dan Pakistan. Kemudian setelah itu baru masuk promosi Asia, dari situ dua level lagi baru masuk Piala Davis dunia,” paparnya.

Sekadar informasi, Piala Davis merupakan kejuaraan tenis dunia khusus kategori putra, memperlombakan lima nomor. Hari pertama tunggal dua pertandingan, kemudian hari kedua ganda dan hari ketiga tunggal namun pertandingannya disilang dari hari pertama. “Atlet andalan kita Christoper Rungkat dan Sunu Wahyu,” tutupnya.

Sementara itu Wakil Ketua III KONI Provinsi Sumsel,  Dhennie Zainal mengaku bangga Sumsel masih  dipercaya untuk menggelar event bertaraf internasional. “Apalagi kita hanya diminta untuk menyediakan lapangan, transportasi atlet dan panitia lokal. Sedangkan kebutuhan lain akan dipenuhi oleh PP Pelti,” kata Dhennie.

 

TEKS     : IQBAL

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster