Galian C Ilegal Marak, Empat Lawang Terancam Banjir dan Lonsor

 353 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Empat Lawang mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat maraknya aktivitas penambangan galian C ilegal di daerah ini. Bahkan akan berakibat longsor (abrasi) dan banjir.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera dilapangan, sejumlah titik aliran sungai terancam banjir dan longsor seperti di sepanjang DAS Musi dan Sungai Saling.

Kondisi aliran sungai kian menyempit, diduga akibat pengerukan terjadi di bagian tengah, tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang akan terjadi.

“Sungai semakin sempit, wajar kalau musim penghujan daerah kami sering banjir dan longsor,” keluh Markian (45) warga Desa Sukakaya Kecamatan Saling, kemarin (14/1).

Markian mengaku, aktivitas pertambangan Galian C di desanya sudah beberapa tahun. Namun dirinya tak memahami apakah perusahaan tersebut memiliki izin atau ilegal. Sebab tidak pernah melapor ke perangkat desa setempat.

“Kalau dibiarkan nanti sungai tambah sempit dan dangkal, kan masyarakat juga kena imbasnya,”katanya seraya mendesak, agar Pemkab Empat Lawang melalui pihak terkait segera melakukan penertiban galian C.

Terjadinya penyempitan dan dangkalnya sungai pun terjadi di beberapa titik DAS musi. Dampak abrasi dan banjir pun menghantui warga disekitarnya, sebab aktifitas Galian C semakin menjamur tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

“Musi semakin dangkal dan kotor, padahal air sungai masih digunakan warga untuk kebutuhan MCK. Ya kalau bisa galian C ditertibkan, agar aktivitasnya tidak menyalahi ketentuan dampak lingkungan,” ungkap Safran (40), ketua RT di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan Energi (Dishutbuntamben) Empat Lawang H Susyanto Tunut melalui Kabid Pertambangan Deni Irwandi menjelaskan, hingga akhir 2014 lalu hanya delapan perusahaan Galian C yang tercatat memiliki izin.

Untuk di Kecamatan Saling kata Deni, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan atau pendataan. Apalagi selama ini banyak Galian C masih kucing-kucingan dengan pemerintah, ketika ditertibkan mereka terkesan membangkang.

“Saat kita tinjau tak ada aktivitas, kalau malam hari mereka baru nambang. Ini juga jadi kendala kita,” jelas Deni.

Namun demikian, pihaknya memastikan dalam waktu dekat akan turun ke lapangan. Mendata kembali aktivitas galian C di Empat Lawang.

“Kita akan tindak tegas, kalau memang ilegal dan berdampak pada lingkungan disekitarnya,” tegasnya.

Secara terpisah Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Empat Lawang, Darno Bakar mengakui, sudah banyak laporan terkait galian C ilegal.

Bahkan diyakini bisa berdampak lingkungan seperti abrasi, banjir, limbah serta dampak kerusakan ekosistem sungai, ini juga kerap menjadi keluhan warga disekitarnya.

“Ya laporan sudah banyak masuk, akan kita turunkan tim guna penertiban dan sanksi tegas Galian C ilegal. Nanti berkoordinasi dengan SKPD terkait,” tukas Darno.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR    : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster