Beli Motor “Seken” di Showroom ? Kenapa Tidak

 3,812 total views,  2 views today

Showroom  motor secend di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.  | Foto ; Bagus Kurniawan KS

Showroom motor secend di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan KS

Beli motor second hand, kenapa tidak! Beli di showroom motor bekas, nanti dulu!. Banyak yang anti terhadap penjual motor bekas, lebih memilih beli ke “orang” atau pemilik langsung. Alasannya banyak, dari takut onderdil oplosan, takut mahal dari harga pasaran, takut motor curian dan sebagainya.

Memang beli ke pemilik langsung kita bisa tahu riwayat motor, kalo pemiliknya “gemati” pasti motornya terawat. Lha kalo tidak? Atau malah pemilik motor itu termasuk “orang pintar”.
Tapi beli ke pemilik langsung kita tidak bisa milih mau motor tipe apa. Mencari info orang mau jual motor itu tidak mudah, apalagi di daerah. Kalo di kota memang bisa lewat media, seperti koran atau situs jual beli semacam FJB kaskus atau toko bagus. Di daerah, kalau ada info orang jual motor atau cari motor, biasanya para “penjual jasa” akan cepat bergerak.

“Saya pernah tanya-tanya ke kenalan mau nyari motor tipe tertentu, kenalan saya itu termasuk orang yang pergaulannya luas. Tiba-tiba ada orang tak dikenal yang datang bawa motor yang saya cari,” kata Daruli, seorang konsumen motor bekas di Palembang.

Ia berkata, ketika ia butuh motor dalam waktu cepat, tidak ada rencana beli motor baru, sudah menentukan modal dan modelnya, showroom motor bekas bisa jadi tujuanny.

“Pengalaman saya selama ini adalah keliling-keliling ke beberapa showroom, tanya-tanya harga kalo perlu dicatat, tanya juga cara pembayarannya lalu pulang. Jangan lupa catat nomor telepon showroom dimaksud,” ujarnya.

Bahkan, Daruli saat ia coba banding-bandingkan dulu, jika harga satu tipe motor itu mendekati atau sama berarti memang pasaran (dalam hal ini harga penjual) memang segitu. Setelah menentukan pilihan, ia teliti lebih lanjut motor incaran.

Mengenai pemilihan dan pengecekan kondisi motor sepertinya Daruli sudah tahu semuanya. Baik memilih kendaraan bekas yang bakus maupun cara pembayaran.

“Ada kalanya uang yang kita pegang masih kurang, misal kita tarik dari ATM ada batasan penarikan per hari, atau nunggu gajian lagi. Pengalaman saya penjual mau menerima pembelian kontan namun tunda. Maksudnya statusnya lunas, kwitansi dipegang, namun sebenarnya masih kurang. Misal kurang satu juta dengan jangka waktu sebulan, nunggu gaji bulan berikutnya misalnya,” jelasnya.

 

TEKS      : AMINUDIN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster