Wow, Tarif Jadi Kades Rp 1 Miliar

 353 total views,  2 views today

  • Kontraktor Diduga Backengi Calon Kades

EMPAT LAWANG – Kucuran dana segar sebesar Rp 1 miliar kepada tiap kepala desa (Kades) dari pemerintah pusat yang diperuntukan bagi pembangunan desa membuat jabatan kades kian diburu. Bahkan, muncul dugaan, para calon kades yang akan bertarung siap dibekingi kontraktor yang telah mengincar proyek.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, Senin (12/1) menyebutkan, tidak sedikit calon kades dibekingi kontraktor dan pengusaha. Sebab, dengan anggaran desa desa cukup besar, para kontraktor mengincar pekerjaan proyek fisik didesa tersebut.

Lewat dukungan modal pada pencalonan kades, para pengusaha diduga mengikat perjanjian dengan calon kades agar semua proyek fisik selama jabatannya, bisa dikerjakan oleh kontraktor sesuai keinginan pengusaha tersebut. Kekhawatirannya, bukannya mau membangun tapi para kontraktor dan calon kades berlomba-lomba mencari keuntungan untuk mengembalikan modal selama pencalonan.

“Banyak calon kades diduga mengejar proyek fisik dan karena anggaran desa besar. Ini harus ada seleksi ketat dari Pemkab Empat Lawang kepada semua bakal calon kades,” tegas Ketua LSM Citra Empat Lawang Bersatu, Abdul Kadir.

Ucap Kadir, agar masyarakat jeli dalam memilih pemimpin desanya. Jangan tertipu calon kades bermodal besar dan membagi-bagikan uang, nanti hasilnya pembangunan di desanya sendiri yang dirugikan. Selain itu katanya, agar pelaksanaan pilkades serentak April mendatang bisa dikawal oleh pihak kepolisian. “Jangan kecolongan, ini demi kemajuan Empatlawang,” jelasnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Empatlawang H Aminudin Bahar menilai, hampir seluruh perangkat desa di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati belum siap mengelola anggaran besar.

Buktinya, sambung Amin, hingga saat ini belum satu pun desa di Empat Lawang menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana Bantuan Bubernur (Bangub). “Makanya, kedepan pemilihan kades harus profesional,” paparnya.

Ungkap Aminudin, pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) paling lambat akan digelar April 2015.

“Kita tekankan, perangkat desa harus diisi minimal lulusan SMA. Jika memungkinkan ada sarjana, tak ada lagi tamatan SMP,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Empatlawang H Budi Antoni Aljufri menegaskan, kedepan kepala desa harus profesional. Jangan hanya mengejar jabatan dan proyek saja, namun benar-benar siap dalam pengelolaan anggaran desa.

“Saya ingin kades profesional dan bisa bekerja, bukan cuma cari jabatan dan proyek saja. Sebab, pengelolaan anggaran kedepan lebih rinci dan besar,” jelas HBA.

Orang nomor satu di Empat Lawang ini pun mengimbau, agar masyarakat bisa memilih kades yang tepat dan mampu bekerja.

“Yang memilih nanti masyarakat, carilah kades yang bisa bekerja,” katanya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster