Uniknya Bahasa dan Budaya Besemah

 938 total views,  2 views today

• Mahasiswa UIN RF Lakukan Penelitian Sejarah di Pagaralam

PAGARALAM – Keberadaan bahasa dan budaya Besemah merupakan bahasa yang unik. Sehingga hal itu mendasari para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Pencinta Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang berkunjung ke Bumi Besemah guna mempelajari lebih lanjut budaya luhur dimaksud. Demikian dikemukakan dosen pembimbing dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah. Ravico SHum, kemarin (13/1).

Sebagai salah satu mata kuliah di kampus, program penelitian sejarah di Pagaralam bertujuan untuk melihat langsung salah satu daerah yang masih kental dengan adat istiadat di tengah-tengah masyarakatnya.
“Ya, budaya Besemah begitu unik, murni dan masih terjaga dengan baik. Sebab itu, kami mengunjungi Bumi Besemah ini agar dapat lebih mengenal identitas kultural masyarakat Besemah,” ujarnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Kota Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian MSi mengemukakan, sebagai lembaga yang bernaung di bawah badan yang dipimpinnya, ia pun menyambut baik adanya kegiatan dimaksud dengan menghadirkan mahasiswa UIN ini.

“Memang proses kerabatan Bahasa dan Satra Daerah di Sumatera Selatan begitu perlu dilakukan pengkajian dan penelitian lagi. Apalagi bahasa daerah merupakan salah satu penjaga kebudayaan yang ada agar tetap berkembang di Sumatera Selatan ini,” sambungnya.

Hal serupa dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, H Ibnu Hajar SE MM melalui Kabid Kebudayaan Nova Elmiati SE mengapresiasi kegiatan mahasiswa ini. Ia mengatakan, sebagai daerah tujuan wisata, baik budaya maupun wisata alam di Sumatera Selatan, Kota Pagaralam sejauh ini tengah berupaya menyosialisasikan berbagai hal mengenai budayanya.

“Melalui sosialisasi bahasa dan sastra ini, diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas. Termasuk para peserta sosialisasi, hendaknya mampu mengimplementasikan serta berbagi akan pentingnya mengetahui kekerabatan bahasa-bahasa daerah di Sumsel khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” terang Nova seraya berkata maksud dan tujuan sosialisasi bahasa dan sastra ini, setidaknya mampu menumbukan masyarakat yang berkarakter mengingat bahasa tersebut merupakan suatu identitas bangsa.

Terpisah, Ketua Lembaga Adat Besemah Kota Pagaralan, Satarudin Tjik Olah mengatakan, guna melestarikan budaya daerah khususnya bahasa Besemah yang biasa dituturkan mayoritas masyarakat Pagaralam, sejauh ini pemerintah setempat sudah mulai menyosialisasikan pemakaian bahasa Besemah, baik melalui berbagai hajatan ataupun kegiatan persedekahan lainnya. Ia mengatakan, bahasa Besemah mempunyai huruf Ulu yang juga dikenal di beberapa daerah lain. Akan tetapi, huruf Ulu atau Surat Ulu ini di sini (Pagaralam-red) mempergunakan bahasa Besemah.

“Kendati demikian, kita sudah mulai mempergunakan surat Ulu tersebut pada penulisan nama-nama jalan yang ada di Pagaralam,” katanya.

Bahasa dan Sastra Besemah saat ini lanjutnya, kian hari semakin terancam punah lantaran banyaknya percampuran budaya modern yang lebih mendominasi di dalam kehidupan masyarakat Pagaralam, Sumsel.

“Sebagai langkah progres yang harus dilakukan agar dapat kembali melestarikannya, penggunaan Bahasa dan Sastra Besemah atau lebih dikenal dengan istilah ‘Pepatah-Petitih’ Besemah masuk ke dalam kurikulum sekolah,” jelasnya.

Satarman menambahkan, saat ini cukup banyak masyarakat terutama generasi muda sudah mulai melupakan Bahasa dan Sastra yang pernah ada di Bumi Besemah ini.

“Guna menyelamatkan warisan leluhur yang mempunyai ciri khas tersendiri dan nilai-nilai budaya tersebut, salah satu solusinya adalah dengan memperkenalkan Bahasa dan Sastra Besemah kepada pendidikan anak usia dini hingga tingkat SMA,” harapnya.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster