PT Pusri Tambah Produksi Pupuk Urea

 495 total views,  2 views today

Pupuk Bersubsidi -  yang baru diturunkan dari Kontainer. di Dermaga Boom Baru, Palembang. Pupuk bersubsidi tersebut akan di kirim ke Kabupaten Seluruh Sumatera Selatan .  Foto : Iwan Cheristian

Pupuk Bersubsidi – yang baru diturunkan dari Kontainer. di Dermaga Boom Baru, Palembang. | Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG – PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) mengaku dengan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak kepada pengembangan sejumlah proyeknya.

Direktur Utama PT Pusri, Musthofa berkata, untuk mengantisipasi biar pengeluaran tidak mengalami pembekakan, pihaknya telah melakukan pengetatan keuangan dan meningkatkan efesiensi.

Misalnya, kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak penting terpaksa dipangkas, serta beberapa operasonal yang kurang efisien terpaksa di kurangi, mulai dari hal terkecil seperti sosialisai di media, penggunaan listrik termasuk menggelar rapat di hotel.

“Selain untuk mengurangi dampak penguatan dolar, hal ini juga untuk mendukung progam pemerintah dalam hal penghematan penggunaan anggaran, baik negara maupun perusahaan,” kata Musthofa seusai upacara peringatan HUT Pusri ke-55 beberapa pekan lalu.

Kata Musthofa, untuk pembekakan biaya operasional yang banyak disumbang yakni dari pemenuhan gas untuk produksi pupuk. Dari total biaya operasional Pusri setiap tahunnya 60 persen disumbang dari pemenuhan gas, sisanya untuk gaji pegawai, pembayaran lainnya.

“PT Pusri setiap tahunnya membutuhkan paling tidak  74.020.000 MMBTU per tahun. Adapun biaya yang dikeluarkan Pusri untuk membeli gas tersebut mencapai Rp 35 miliar per bulan,” katanya

Kendati mengalami pembengkakan biaya operasional, namun Pusri berupaya agar kondisi ini tidak mengganggu target. produksi dan pemenuhan kebutuhan pupuk khususnya yang bersubsidi. Sejauh ini target produksi dan penyaluran masih on the track.

Musthofa menambahkan, dengan melakukan berbagai efisiensi, pihaknya mampu melanjutkan semua proyek pengembangan dan pembangunan sesuai target, bahkan mampu mengukir sejumlah prestasi.

Sebagai gambaran realisasi proyek pengembangan dan pembangunan pabrik baru Pusri II-B hingga kini telah mencapai 75,50% dari target produksi hingga Desember 2015.

Realisasi proyek urea “Barge Storage and Conveyor System” hingga kini mencapai 70,84% dari target operasi Juni 2015, proyek “Steam Turbine Gas and Boiler” batubara mencapai 45,37% dari target operasi Maret 2016.

Kemudian realisasi proyek “Jetty Coal Handling System and Coal Storage” mencapai 37,31% dari target operasi September 2015, dan perkembangan proyek pembangunan pabrik pupuk NPK telah mencapai 46% dari target operasi Mei 2015.

Sementara itu Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja, Sulfa Ghanie mengatakan pada tahun ini meningkatkan target produksi, walaupun hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan produksi pada tahun sebelumnya.

“Kita targetkan pada tahun ini ditingkatkan menjadi 50 ribu ton yang sebelumnya hanya 30 ribu ton pupuk urea dari tahun 2014 yang ditetapkan sebesar 2,05 juta ton,” katanya.

Peningkatan target itu ditetapkan karena satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik tua Pusri II diprediksi selesai dibangun dan direncanakan sudah mulai berproduksi pada November ini.

Dia menjelaskan target produksi tahun ini hanya naik sedikit daripada 2014 karena ketika pabrik baru Pusri II-B dioperasikan, pabrik lama langsung dihentikan kegiatan produksinya. Sementara itu, proses produksi pabrik baru yang masih dalam masa uji coba itu, belum bisa maksimal.

TEKS        : AMINUDDIN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster