Pedagang Pasar Induk Berontak, Pemerintah kemana ?

 202 total views,  2 views today

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Induk Menggugat (APPIM),melakukan aksi di depan walikota Palembang,Selasa (13/1).  Dalam aksinya, ratusan massa tersebut meminta kejelasan dari Pemkot Palembang yang mereka anggap lepas tangan, terkait kesewenang-wenangan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna kepada pedagang Pasar Induk Jakabaring. | Foto ; Alam TM

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Induk Menggugat (APPIM),melakukan aksi di depan walikota Palembang,Selasa (13/1). Dalam aksinya, ratusan massa tersebut meminta kejelasan dari Pemkot Palembang yang mereka anggap lepas tangan, terkait kesewenang-wenangan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna kepada pedagang Pasar Induk Jakabaring. | Foto ; Alam TM

  • Pedagang tak Tahu Perjanjian Pasar Induk
  • Pemkot Segera Panggil PT SSA

PALEMBANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Induk Menggugat, Selasa (13/1) geruduk kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Dalam aksinya, ratusan massa tersebut meminta kejelasan dari Pemkot Palembang yang mereka anggap lepas tangan, terkait kesewenang-wenangan PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna (SSA) kepada pedagang Pasar Induk Jakabaring.

Koordinator Aksi (Korak), Yani Paslah menyampaikan, sebenarnya pihaknya sudah pernah menyampaikan aspirasi kepada pihak Pemkot Palembang, 29 Desember 2014 lalu. Tapi, hingga kini belum ada kejelasan.

Ungkapnya, aturan-aturan yang dikeluarkan PT SSA sudah tidak masuk akal dan tidak berprikemanusiaan. Seharusnya segera disikapi dengan serius. Apalagi, relokasi para pedagang ke Pasar Induk Jakabaring adalah pekerjaan Pemkot Palembang.

“Kami tidak tahu soal perjanjian Pasar Induk masuk ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel atau swasta. Yang jelas ini pekerjaan Pemkot Palembang,” katanya, disela-sela aksi.

Yani meminta, Pemkot Palembang segera mengambil alih pengelolaan pasar Induk Jakabaring dari PT SSA dan menolak adanya campur tangan pihak swasta dalam pengelolaan Pasar.

“Hal itu sesuai Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33, kembalikan fungsi pasar sebagai layanan publik, jangan cuma mengambil keuntungan saja. Percuma Pemerintah punya perusahaan sendiri yang khusus mengelola pasar,” katanya.

Menanggapi hal itu, Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Ekonomi dan Investasi Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Sudirman Teguh mengatakan, pihaknya segera menyampaikan aspirasi dan keinginan dari para pedagang tersebut.

“Saya berharap pedagang bisa bersabar, kami tidak akan lepas tangan terkait aspirasi yang disampaikan. Secepatnya PT SSA akan dipanggil selaku pengelola pasar induk Jakabaring,” katanya, saat menemui pendemo.

Di depan massa tersebut, Sudirman langsung melakukan komunikasi dengan pihak PT SSA, untuk membuktikan keseriusan Pemkot Palembang dalam menerima aspirasi para pedagang yang datang.

“Mari kita bicarakan hal ini sama-sama. Pihak PT SSA kita panggil, pihak perwakilan pedagang pasar yang datang hari ini juga akan kita panggil,” dijelaskannya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster