Ongkos Angkutan Belum Turun

 315 total views,  2 views today

Ilustrasi Angkot

Ilustrasi Angkot

PALEMBANG – Meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mengalami penurunan harga terhitung 1 Januari 2015 lalu, tapi hingga saat ini tarif angkutan kota (angkot) maupun bus kota belum turun. Hal itu membuat Plt Walikota Palembang, Harnojoyo geram, dan segera mengambil tindakan tegas.

“Kalau memang mereka melanggar aturan yang ada. Kami akan berikan sangsi tegas,” katanya, belum lama ini.

Harnojoyo mengatakan, sebenarnya pihaknya mengikuti instruksi pemerintah pusat. Artinya, jika pusat mewajibkan ongkos angkutan turun, di daerah wajib mengikuti aturan tersebut.

“Kita ikuti pusat. Kita lihat Nasional. Jika pusat wajibkan turun. Ya harus diturunkan, artinya Peraturan Walikota yang sudah di sahkan akan di revisi kembali setelah keluarnya kebijakan pusat,”katanya.

Ucap Harnojoyo, apabila aturan pusat sudah keluar dan mewajibkan angkutan untuk menurunkan tarif. Pengusaha angkutan dan pihak terkait lainnya wajib melaksanakannya.

“Nah, apabila mereka melanggarnya. Kami siap berikan sangsi tegas. mulai dari teguran hingga pencabutan izin trayeknya,”tegasnya.

Harnojoyo mengaku, untuk mendapat kepastian soal tarif angkutan pasca penurunan harga BBM, pihaknya sudah instruksikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Kami tidak hanya diam. Kami sudah lakukan komunikasi. Tapi, sejauh ini belum ada informasi yang jelas soal tarif angkutan. Pastinya kami akan tindak yang menyalahi aturan,”ulasnya.

Sementara itu, salah seorang warga pengguna jasa angkutan umum jenis angkot, Indah (23) mengatakan, hingga saat ini angkutan jurusan Kertapati-Ampera masih menggunakan tarif lama yakni Rp 4.000 sekali angkutan.

“Seharusnya Pemerintah cepat bertindak. Karena BBM sudah turun. Tapi tarif angkutan masih mahal, berbeda halnya ketika BBM baru naik. Pemerintah langsung naikkan tarif angkutan,”keluhnya.

Wanita yang beralamat di Jalan Ki Merogan, Kertapati Palembang ini menyebut, Pemerintah timbang pilih. Karena ketika para sopir angkot berdemo meminta dinaikkan tarif angkutan, pemerintah langsung menindaklanjutinya. Tapi, berbalik ketika BBM turun.

“Harusnya Pemerintah tegas, kasian masyarakat yang biasa menjalankan aktivitasnya menggunakan angkutan umum, kami berharap pemerintah cepat menurunkan ongkos angkutan,”harapnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster