Ketika Pecandu Butuh Dana

 253 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel mengakui, dari pengamatan dan hasil tes urine yang dilakukan, Bontor memastikan, peredaran narkoba sudah masuk kedalam areal pemerintahan. Akan tetapi memang, pihaknya sangat membutuhkan tempat dan dana bantuan bagi para pecandu yang direhabilitasi dari kalangan tidak mampu yang ada di Sumsel ini. Hal ini terungkap ketika BNN Sumsel melakukan kunjungan ke DPRD Sumsel.

Kepala BNN Sumsel Bontor Hutapea mengatakan, pihaknya saat ini berharap agar pihak pemerintah dapat membantu pendanaan bagi para pecandu narkoba untuk melakukan rehabilitasi, karena kini masih banyak pecandu tersebut berasal dari kalangan tidak mampu.

“Karena memang Pemerintah merupakan salah satu instansi yang turut mendukung,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Bontor juga menyebutkan, pengguna yang direhabilitasi ada 67 orang. Kebanyakan dari pecandu barang haram tersebut, direhabilitas ke Bogor, selain ada juga yang dititipkan ke Sulawesi dan Kalimantan.

“Di sinilah masih menjadi kendala kita. Karena di Sumsel, sendiri meski ada RS Ernaldi,” ucap Bontor.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Sumsel Giri Ramandha, akan mengupayakan hal itu.” Benar, BNN Sumsel meminta tempat rehabilitasi dan meminta kepada pecandu dari keluarga tidak mampu agar dibantu dana rehabilitasi tersebut,” ungkap Giri.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster