‘Keroyokan’ Bangun Kebun Raya Sriwijaya

 188 total views,  2 views today

PALEMBANG – Progress pembangunan Kebun Raya Sriwijaya milik Pemprov Sumsel akan direalisasikan pembangunannya tahun ini juga. Pemprov Sumsel sendiri sudah menggandeng enam perusahaan guna mempercepat pembangunan tersebut. Keenam perusahaan tersebut yaitu, PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam (Persero), Gapkindo Sumsel, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Palembang, PT Sentosa Bahagia Bersama, dan Bank Sumsel Babel. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumsel, Ekowati Retnaningsih usai acara Penandatanganan MoU Pembangunan Kebun Raya Sriwijaya, di Griya Agung, Selasa (13/1) kemarin.

Ekowati menerangkan, Kebun Raya Sriwijaya rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 100 hektar yang terletak di Desa Bakung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir. Dirinya berujar, mulai saat ini Kebun Raya mulai proses pembangunan.

“Direncanakan selesai pada 2018 nanti sudah bisa diresmikan dan dioperasionalkan. Saat ini sudah mulai bangun. Dananya akan menggunakan bantuan dari perusahaan dan pengusaha swasta,” katanya.

Karena membutuhkan dana Rp 340 Miliar, maka Sumsel membuka dengan lebar jika ada pengusaha yang ingin membantu pembangunan Kebun Raya itu. Di antaranya antara PT Pertamina (Persero) dengan rencananya membangun rumah kaca dan rumah paranet, PT Bukit Asam (Persero) membangun zona kantor pengelola dan pusat informasi, Gapkindo dengan membangun perpustakaan Kebun Raya Sumsel.

Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tkb Palembang dengan membangun panggung terbuka Kebun Raya Sumsel, PT Sentosa Bahagia Bersama dengan membangun mushola, pos jaga, toilet kebun raya, dan Bank Sumsel Babel dengan rencananya membangun wisma tamu sebanyak lima unit.

“Ini adalah bentuk CSR dari perusahaan dan pengusaha swasta itu. Ini memang cara untuk meminimalisir pengeluaran dana APBD. Bahkan rencananya akan ada banyak lagi pengusaha yang akan membantu untuk pembangunan Kebun Raya ini,” terang dia.

Selain itu, ada juga dari SKK Migas yang rencananya akan lebih konsen ke penanaman pohon. Eko menuturkan rencananya APBD akan digunakan sebesar 10 persen dari total biaya pembangunan, APBN dengan 20 persen, dan sisanya bantuan dari pihak swasta.

“Kita mulai bangun fisik pada 2015, lalu pada 2016 penanaman paralel. Sejauh ini begitu banyak perusahaan yang sangat merespon dan bersedia untuk turut andil dalam pembangunan Kebun Raya. Kita pun sangat terbuka dan fleksibel dalam pembangunan Kebun Raya ini,” jelasnya.

Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sumsel, Ruslan Bahri mengatakan, sumber dana tersebut berasal dari beberapa pihak.

“Sumber dananya keroyokan. Yaitu berasal dari APBN, APBD, dan pihak ketiga. Namun dana paling besar dikeluarkan oleh pihak ketiganya,” tuturnya.

Beberapa pihak akan membangun fasilitas, sarana, dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembangunan Kebun Raya Sumsel.

“Jadi nanti pihak ketiga yang akan membangun terlebih dahulu. Dana APBN dan APBD digunakan untuk menambahkan saja beberapa fasilitas yang kurang,” lanjut dia.

Pihak ketiga itu, kata Ruslan, diantaranya PT Bukit Asam yang akan membangun kantor pengelola Kebun Raya, PT Pertamina yang akan membangun rumah kaca dan rumah paranet, PT Sentosa Bahagia Bersama berencana untuk membangun mushola, toilet, dan pos jaga, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) akan membangun perpustakaan, serta Bank BRI akan membangun Amphitheater.

Sedangkan dana APBN, digunakan Balai Besar Sungai Wilayah VIII Sumatera, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk keperluan supervisi, monitoring, pendampingan, pelatihan, ekplorasi, dan datasering. Balitbang akan menggunakan dana APBD untuk membangun kanal keliling, gardu listrik instalasi jaringan, sumber air bersih, solar cell, lahan pembibitan, eksplorasi, data sharing, maket kebun raya, dan operasional tim teknis kebun raya.

“Secara umum, kebun raya banyak dibuat di belahan dunia manapun. Namun Kebun Raya ini unik, karena memiliki ciri khas vegetatif yang akan dilestarikan disini adalah tanaman lahan basah dan tanaman asli Sumsel seperti cempaka telor dan meranti payau,” tambahnya.

“Fungsi selanjutnya yakni akan menjadi tempat riset ilmuwan ataupun mahasiswa jurusan pertanian dan biologi. Dan yang terakhir tak kalah penting, Kebun Raya Sumsel akan menjadi tempat rekreasi masyarakat Sumsel. Ribuan vegetasi khas lahan basah direncakanan akan dilestarikan dan dikonservasi disini,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster