Dewan Pertanyaan Alih Kelola Pasar 16 Ilir

 282 total views,  2 views today

Paar 16 Ilir Palembang. | Dok KS

Paar 16 Ilir Palembang. | Dok KS

PALEMBANGPedagang Kaki Lima (PKL) yang ‘berbiak’ di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang menolak jika pengelolaan Pasar 16 Ilir harus diambil alih PD Pasar Palembang Jaya. Alasannya? Mereka takut, harus mengeluarkan dana tambahan untuk sewa baru. Sementara kontrak dengan Prabu Makmur sampai 2016.

“Pedagang resah dengan adanya permasalahan ini. Kami takut di tagih biaya-biaya lain, dengan alasan perubahan pengelola pasar,” cetus salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Pedagang yang lama mangkal di 16 Ilir ini meminta persoalan tersebut dapat segera diselesaikan. Sehingga, apabila ada penarikan biaya dari PD Pasar, para pedagang bisa mengadukannya pada pihak terkait.

“Kalau selama ini tidak jelas. Kami mau mengadu pada siapa,” dia setengah berharap.

Diambil alihnya pengelolaan Pasar Tradisional 16 Ilir oleh PD Pasar Palembang Jaya di pertanyakan DPRD Palembang. Pasalnya, kontak dengan PT Prabu Makmur baru berakhir Tahun 2016 mendatang.

Anggota Komisi II DPRD Palembang, Aidil Adhari mengatakan, sejauh ini belum ada tindaklanjut terkait kejelasan pengelolaan Pasar 16 Ilir, baik dari PD Pasar maupun dari PT Prabu Makmur.

“Selama ini masih simpang siur. Kalau PD Pasar ingin mengambil alih pengelolaannya tahun 2015 ini sah-sah saja, tapi harus jelas. Karena perjanjian kontrak antara Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dengan PT Prabu Makmur baru berakhir 2016,” katanya.

Sambungnya, untuk memperjelas pengelolaan Pasar 16 Ilir tersebut, dewan segera memanggil PD Pasar dan PT Prabu Makmur. Sehingga permasalahan di Pasar 16 Ilir segera selesai. Karena, hal itu berkaitan erat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jadi, siapa yang akan menyetor untuk PAD Kota Palembang dari Pasar 16 Ilir tersebut jelas. Agar kontribusi dari parkir maupun sewa lapak atau kios di pasar tersebut dikelola satu pihak saja. Selama ini tidak jelas,”ujarnya.

Aidil menambahkan, siapapun yang akan mengelola Pasar 16 Ilir, diharapkan dapat menata dan mengelolanya dengan baik. Sehingga pasar tradisional tidak lagi terkesan kumuh.

“Kami mengingatkan kepada PD Pasar, bagaimana caranya agar pasar dibuat rapi. Karena selama ini tidak tertata dengan baik atau semberaut,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Ces Busri mengatakan, pengambilalihan pengelolaan Pasar 16 Ilir memang sudah dilakukan. Namun, hanya untuk retribusi harian sebesar Rp 5 ribu, keamanan Rp 2 ribu dan kebersihan Rp 2 ribu. Sementara retribusi bulanan dan tahunan masih di lakukan oleh PT Prabu Makmur.

“Kami sudah rapat. Kedepan seluruh inpentarisasi pasar 16 akan diambil alih oleh PD pasar semua. Mulai dari parkir, lorong-lorong dan lainnya dikelola PD Pasar,”katanya.

Sambung Apriadi, hal itu dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar.

“Kami berharap kedepan, penghasilan kita dari sektor pasar meningkat, dan nanti akan diatur kembali mekanismenya,” disampaikannya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA PUTRA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster