Dalam dua minggu, 20 Balita di OKI terserang DBD

 229 total views,  4 views today

KAYUAGUNG – Hanya dalam waktu dua minggu sebanyak 20 balita di OKI terserang penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat virus dengue yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini tentu menjadi.

Sebanyak 20 orang balita itu harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung. Jumlah ini sangat memprihatinkan karana dalam sehari pasien bertambah satu hingga dua orang.
Para orang tua harus waspada terhadap penyebaran penyakit ini agar anak mereka tidak menjadi korban berikutnya.

Jumlah tersebut mengacu pada data di RSUD Kayuagung tangal 13 Januari 2015 siang, menyebutkan sudah ada 20 anak yang dirawat di rumah sakit milik Pemkab OKI ini. Hasil diagnosa dokter dan rekam medik, semua pasien positif terserang DBD sehingga perlu dirawat inap.

Kepala Bidang Pelayanan Medis, Non medis dan Keperawatan, dr Dedy Sumantri didampingi Muherli selaku Kasi Pelayanan Medis, Selasa (13/1) mengatakan, 20 anak itu positif DBD karena hasil pemeriksaan pasien itu mengalami demam dan panas tinggi.

“Gejala lainnya yakni mual, muntah dan badan terasa ngilu. Bila ada warga lainnya yang juga mengalami hal seperti ini harus segera memeriksakannya ke Puskesmas setempat atau rumah sakit sehingga akan cepat ditangani dan diobati,”saran mereka.

Dirincikan Muherli, pasien DBD yang dirawat pihaknya berdomisili di Jalan Cokro Kayuagung, Kelurahan Jua Jua Kayuagung, Kelurahan Cintaraja Kayuagung. Bahkan ada pasien yang datang dari jauh yakni Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji, Desa Ulak Ketapang dan Desa Tanjung Alai.

Direktur RSUD Kayuagung dr Linda Sofriyanti mengakui jumlah pasien DBD yang dirawat pihaknya terbilang banyak, yakni mencapai 20 orang dalam waktu kurang dari 2 minggu. Semua pasien itu sudah mendapatkan perawatan dan pengobatan dari tim medis.

Sambungnya, musim penghujan memang rentan dengan penyebaran penyakit DBD melalui nyamuk Aedes Aegypti. Namun cara paling efektif untuk pencegahan warga harus berperilaku hidup bersih dan sehat serta membudayakan Menguras Menutup Mengubur (3M).  Menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur atau mendaurulang barang bekas.

“Warga juga harus mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa, mengatur ventilasi, serta pencahayaan di dalam ruangan,” sarannya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster