Buat Laporan Palsu, Hendra Dijadikan Tersangka

 183 total views,  2 views today

PALEMBANG – Setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan pertama, Hendra Cholir (38), pria yang ditetapkan sebagai tersangka atas pembuatan laporan akhirnya memenuhi panggilan penyidik Unit IV, Subdit III, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (13/1).

Hendra menjalani pemeriksaan secara tertutup dengan didampingi pegacaranya, Lisa Merida.

Cholil menghadiri pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan kemeja kotak-kotak berlengan pendek, Hendra menjalani pemeriksaan sekitar empat jam. Ia tidak mau berkomentar apa-apa dan menyerahkan semuanya kepada pengacaranya.

Lisa, mengatakan, dirinya mengaku heran atas status klienya yang kini ditetapkan sebagai tersangka karena membuat laporan palsu dalam kasus penyerobotan terhadap M Effendi. Pasalnya, saat membuat laporan tersebut, Cholil tidak menyebutkan siapa terlapornya.

“Benar, klien saya pernah membuat laporan penyerobotan tanah di Jalan Brigjen Hasan Kasim, tepatnya di sekitar SPBU yang ada di sana. Namun, dalam laporan itu, tidak kita sebutkan siapa terlapornya. Sebab itu, saya menilai penetapan tersangka ini sangatlah aneh,” kata Lisa, yang ditemui di sela-sela pemeriksaan.

Dikatakan Lisa, klienya dilaporkan bukan atas kasus pemalsuan seertifikat tanah seperti yang diberitakan sejumlah media beberapa hari yang lalu. Ditegaskannya, Cholil dilaporkan karena dinilai sudah membuat laporan palsu terhadap Effendi.

Disinggung ketidakhadiran pada panggilan pertanma, Lisa menjelaskan jika klienya saat itu sedang persiapan menyambut perayaan natal. Momen pemeriksaan yang sangat dekat dengan momen natal membuat Cholil tidak bisa menghadiri pemeriksaan.

“Sebenarnya tidak ada masalah dengan kasus ini, terlebih klien saya sudah menang di sidang Pengadilan Tata Usaha Negara. Jadi, benar-benar tidak tepat penetapan tersangka untuk klien saya,” kata Lisa.

Sementara itu, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP FX Winardi mengatakan sampai saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut.

Menurutnya, pemanggilan tersebut merupakan pemeriksaan perdana untuk Cholil sejak ditetapkan sebagai tersangka beberapa pekan yang lalu. “Kita akan memeriksa saksi dan bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Ia kita jerat pasal 263 KUHP,” kata Winardi.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster