Warga PALI Keluhkan Listrik yang Sering Padam

 351 total views,  4 views today

‎PALI – Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluhan pelayanan PT PLN Rayon Pendopo. Hampir sehari penuh memadamkan listrik diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten PALI. Mulai dari jam 8.00 pagi aktifitas warga tanpa listrik, baru pada pukul 16.00 WIB listrik mulai menyala kembali.

“Seharian ini aku idak biso jahit baju. Padahal orderan banyak nian” kata Nirwana, warga Talang Ubi yang berprofesi sebagai penjahit.

Nirwana mengaku tidak berani menggunakan genset, karena tegangan genset yang tidak stabil. “Takut rusak mesin aku kalau pakai genset” akunya.

Nirwana juga menyesalkan PLN yang tidak membuat pemberitahuan terkait pemadaman listrik ini. “Kalau tahu bakal padam, kito kan biso mengerjakan yang laen. Kalau ini tepakso nunggu siapo tahu hidup” ujarnya.

Keluhan senada juga disampaikan oleh Rozani (60) yang memiliki usaha foto kopi dan percetakan. Ia terpaksa menyalakan genset untuk menjalankan usahanya. Apalagi peralatan usaha miliknya merupakan alat elektronik semua.

Didalam tokonya di terminal Pendopo, Rozani mengusahakan tiga mesin fotokopi dan dua unit komputer.

“Terpaksa mengeluarkan biaya tambahan buat beli bensin. Kalau tidak begitu, usaha saya tidak bisa jalan. Karyawan saya bisa nganggur” keluhnya.

Pemadaman listrik ini sudah diberitahukan sebelumnya oleh PLN Rayon Pendopo. Melalui radio, PLN sudah mengeluarkan pengumuman. Demikian juga melalui layanan SMS blast. Dalam SMS yang diterima salah satu pelanggan, PLN menyatakan permohonan maaf.

“Ada Pemeliharaan Gardu Induk Gunung Megang” demikian tertulis di pesan SMS tersebut.

Disebutkan pula bahwa pemadaman dilakukan mulai pukul 08.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB untuk daerah kecamatan Talang Ubi, kecamatan Tanah Abang, Kecamatan Penukal, Kecamatan Penukal Utara dan Kecamatan Abab. Artinya seluruh kabupaten PALI terjadi pemadaman.

Pemberitahuan hanya melalui radio dan SMS ini disesalkan Nirwana. Menurut ibu tiga anak ini, dirinya jarang mendengarkan radio. Ia juga mengaku tidak menerima pesan SMS. “Aku kok tidak dikirim SMS” tanya dia.

Nirwana berharap PLN memperbaiki pola komunikasi dengan pelanggan, agar seluruh pelanggan menerima pemberitahuan. “Seharusnya seluruh pelanggan dikirim SMS, tiap pelanggan diminta nomornya. Ngumpulkan data rekening tiap rumah bae biso, ngapo ngabari pemdaman dak biso?,” ujarnya.

 

TEKS      : INDRA SETIA HARIS
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster