Tahun 2015, Bendung Irigasi Air Lakitan mulai Berfungsi

 1,279 total views,  2 views today

Bendung Irigasi Air Lakitan | Dok KS

Bendung Irigasi Air Lakitan

Musi Rawas – Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat pemerintah terus melakukan berbagai upaya, salah satunya yang menjadi skala prioritas adalah sektor pertanian. Untuk mendukung keberhasilan sektor tersebut, berbagai sarana dan prasarana telah dibangun oleh Pemerintah, baik itu memanfaatkan dana bantuan luar Negeri, Pusat, Propinsi dan Kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kabupaten Musi Rawas yang merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel), sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi skala prioritas.

Tentunya untuk menunjang sektor ini, pembangunan sarana maupun prasarana khususnya sarana irigasi terus ditingkatkan, apalagi mengingat potensi areal persawahan di daerah ini masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

Musi Rawas dibawah kepemimpinan Bupati H. Ridwan Mukti dinilai selama ini sangat peduli dan memiliki perhatian besar terhadap petani. Mantan Anggota DPR RI itu tidak segan-segan turun lapangan untuk melihat langsung kondisi petani dan mendengar apa yang menjadi kendala untuk meningkatkan hasil pertanian.

Berbagai upaya dan terobosan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Musirawas yakni “meminta” ke Pemerintah Pusat berupa sarana dan prasarana pertanian, banyak membawa hasil dan salah satunya adalah irigasi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Ir. Bistok Simanjuntak Dipl.HE didampingi Kasatker PJPA Ir.H.Ferry Syahrizal,ST.MT dan PPK Irigasi Rawa II Lubuklinggau H.Chairul Huda,ST, mengatakan pembangunan Irigasi mulai dilakukan pada tahun anggaran 2006 melalui dana JBIC Loan IP.505 (bantuan dari Jepang –red), dengan menelan dana sebesar Rp 108 Milyar.

“Bangunan saluran irigasi sepanjang 14 km ini telah dilakukan pelaksanaan pekerjaan dalam 2 tahap. Untuk tahap I pada tahun 2009 telah selesai dikerjakan pembangunan Bendungan yang terletak di Desa Selangit,” paparnya.

Kemudian untuk tahap II, lanjutnya, tahun anggaran 2010, dana yang dikucurkan sebesar Rp 54 Milyar untuk pembuatan saluran induk dari Bangunan Lakitan (BL), 11 ditambah dengan pekerjaan pembuatan kantong lumpur di lokasi Bendung, pemasangan pintu Bendung dan pintu penguras kantong Lumpur.

Sedangkan untuk tahap III, pekerjaan melalui dana APBN tahun anggaran 2011 sebesar Rp. 96 Milyar yang dilaksanakan meliputi saluran induk dari BL 11 sampai dengan BL 22 sepanjang 9,7 km dan saluran sekunder air deras sepanjang 3 km dimana keseluruhan pekerjaan panjang saluran induk 17,4 km, dan saluran sekunder 21,6 km.

Menurut Bistok, mulai dari pekerjaan pembanguan Bendung dan saluran Irigasi Induk Air lakitan tahap I, tahap II dan tahap III sudah selesai dipenghujung tahun 2012.

“Kemudian dalam tahun 2013 dan 2014 ada beberapa pekerjaan tambahan yang dilaksanakan seperti pembangunan saluran tersier. Sekarang saja secara bertahap petani sudah memanfaatkan air dari Irigasi Lakitan, dan apabila selesai diperkirakan pada tahun 2015 irigasi Air lakitan dapat berfungsi secara keseluruhan,” ujarnya.

Bendung Lakitan yang menelan dana sekitar Rp 300 Milyar ditargetkan mampu mengairi sawah seluas 9.697 ha persawahan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Selangit, Kecamatan BKL Ulu Terawas, Kecamatan Sumber Harta, Kecamatan Purwodadi, dan Kecamatan Megang Sakti.

Selama ini, sawah di lima kecamatan tersebut, merupakan sawah tadah hujan yang panennya hanya setahun sekali. Jika Bendung Lakitan telah beroperasi, maka petani dapat panen padi dua hingga tiga kali setahun, sehingga diharapkan akan meningkatkan hasil panen yang akan mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Sedangkan untuk meningkatkan produksi petani sekaligus efiensi air diareal persawahan Irigasi Air Lakitan, Dirjen SDA Kementerian PU melalui BBWSS VIII telah melakukan sosialisasi dan uji coba tanam di Desa Sumber Karya seluas 10 ha dengan menanam padi pola SRI.

Keunggulannya padi jenis tersebut yakni sedikit memanfaatkan air cukup dengan hanya 2 cm diareal sawah, produksi tinggi, tahan hama. Sedangkan dalam tahun 2014 telah dilakukan pula uji coba diatas areal persawahan petani yang memanfaatkan air Irigasi Lakitan di desa Jambu Rejo seluas 10 ha, diharapkan nanti petani dapat menanam dan mengembangkan padi jenis ini.

Disamping itu, kesiapan areal persawahan petani atau percetakan sawah baru diharapkan sudah selesai. Apa bila Irigasi difungsikan airnya sudah masuk ke areal persawahan petani ujarnya.

Sementara itu, Bupati Musirawas H.Ridwan Mukti melalui Kabag Humas Edi Zainuri            menjelaskan, apabila daerah irigasi air lakitan selesai, disamping untuk meningkatkan kesejahteraan petani, di lokasi Bendung yang terletak di Desa Selangit nantinya dapat dijadikan kawasan Obyek Wisata.

“Kemudian juga berpotensi untuk dijadikan objek ”Petik Buah Selangit”. Pengembangan Keramba Ikan Selangit, Penangkaran dan Konservasi Satwa Selangit,   Pengembangan Ternak Itik dan Produksi Telur Asin, Kawasan Outbond dan Perkemahan Selangit,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan memanfaatkan air Irigasi Lakitan, Pemerintah tidak tangung tanggung akan membangun pembibitan ikan air tawar yang terbesar di Sumatera. Untuk itu Pemerintah Daerah (Pemda), Musi Rawas pada tahun 2012 telah membebaskan lahan milik masyarakat di Desa babat seluas 40 ha, dengan anggaran APBD Musi rawas sekitar Rp 3 Miliar.

“Apabila terwujud, nantinya disamping menjadi penghasil beras terbesar juga akan menjadi kawasan pembibitan ikan air tawar dimana nanti dapat mensuplay untuk kebutuhan bibit ikan air tawar di seluruh Sumatera,” ujarnya.

Kemajuan dan keberhasilan sektor Pertanian di Musi Rawas didukung dengan ketersediaan anggaran pengembangan pertanian dari APBN dan APBD Musi Rawas yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tahun 2010, anggaran pengembangan Pertanian sebesar Rp16,37 Miliar, tahun 2011 Rp 16,82 Miliar, tahun 2012 Rp 17,69 miliar, dan tahun 2013 Rp 18,20 miliar,” pungkasnya. (T.Masri Syah/ADV)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster